Bissoloro — Ananda Ibnu AlUla menyampaikan kultum ba’da salat Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dengan tema “Malu Sebagian dari Iman.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus sarana bagi santri untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan.
Dalam kultumnya, Ibnu AlUla menjelaskan bahwa rasa malu merupakan salah satu sifat yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Malu bukan sekadar perasaan dalam diri seseorang, tetapi dapat menjadi pengendali yang mendorong seorang muslim untuk menjauhi perbuatan yang tidak baik.
Ia mengajak para santri untuk memahami bahwa rasa malu kepada Allah SWT seharusnya mendorong seseorang untuk menjaga ucapan, perilaku, dan perbuatannya. Seorang yang memiliki rasa malu akan berusaha menghindari tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan akhlak.
Dalam kehidupan santri, sikap malu dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, seperti malu untuk berkata kasar, berbohong, melanggar aturan, meremehkan orang lain, maupun melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan adab seorang muslim.
Ibnu AlUla juga mengingatkan bahwa rasa malu harus ditempatkan secara tepat. Malu bukan berarti takut untuk belajar, bertanya, menyampaikan pendapat, atau melakukan kebaikan. Seorang santri tetap harus memiliki keberanian dalam mencari ilmu dan menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kultum yang disampaikan setelah salat Magrib. Para santri diajak menjadikan rasa malu sebagai salah satu benteng dalam menjaga diri sekaligus membentuk akhlak yang baik.
Kegiatan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menjadi salah satu bentuk pembiasaan santri dalam memperkuat pemahaman keagamaan. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang kepada santri untuk belajar menyampaikan materi secara terstruktur di hadapan jamaah.
Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan mampu mengembangkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi, sekaligus memperkuat karakter yang berlandaskan iman dan akhlak.
Kultum bertema “Malu Sebagian dari Iman” menjadi pengingat bahwa akhlak seorang muslim tercermin dari kemampuannya menjaga diri. Dengan menumbuhkan rasa malu yang benar, para santri diharapkan semakin mampu menjaga kehormatan diri, menghormati sesama, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Humas DF

1 Komentar
Alhamdulillah
BalasHapus