Nur Tiara Putri Ingatkan Santri Bahaya Meremehkan Dosa

 

Ananda Nur Tiara Putri saat menyampaikan kultum ba’da salat Subuh bertema “Bahaya Meremehkan Dosa” di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Kultum menjadi bagian dari pembinaan keagamaan dan pengembangan kemampuan komunikasi santri.

Bissoloro — Ananda Nur Tiara Putri menyampaikan kultum ba’da salat Subuh di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dengan mengangkat tema “Bahaya Meremehkan Dosa.” Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan para santri agar tidak menganggap ringan perbuatan dosa, meskipun terlihat kecil.

Nur Tiara menjelaskan bahwa perbuatan dosa yang terus dilakukan secara sengaja dapat menjadi kebiasaan dan berdampak buruk bagi pelakunya. Menurutnya, seseorang perlu memiliki kesadaran untuk mengenali kesalahan, menghindarinya, dan segera memperbaiki diri ketika melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Pesan tersebut disampaikan dalam konteks kehidupan santri yang sehari-hari berada dalam lingkungan pendidikan dan pembinaan keagamaan. Menurut Nur Tiara, masa belajar di pesantren perlu dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan baik, memperkuat ibadah, serta membentuk akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak para santri untuk tidak menunda upaya memperbaiki diri. Kesalahan yang dilakukan hendaknya menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali diulangi. Sikap tersebut, menurutnya, penting untuk membangun pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Kultum ba’da salat Subuh merupakan bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan di Ponpes Darul Fallaah. Melalui kegiatan tersebut, santri mendapat kesempatan untuk menyampaikan materi keislaman sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan keberanian berbicara di hadapan jamaah.

Nur Tiara merupakan santri asal Makassar dan putri dari Muhammad Yusuf Imoliana, yang bekerja sebagai buruh. Selain mengikuti kegiatan pembelajaran di pesantren, ia aktif dalam kegiatan organisasi santri.

Dalam bidang organisasi, Nur Tiara dipercaya sebagai Ketua Umum Hizbul Wathan (HW) Darul Fallaah periode 2025–2026. Ia juga aktif dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW).

Keterlibatan dalam organisasi dan kesempatan menyampaikan kultum menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinan santri. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman dalam menjalankan tanggung jawab, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan secara langsung.

Melalui kultum bertema “Bahaya Meremehkan Dosa”, Nur Tiara mengajak para santri untuk lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan dan tidak membiasakan diri menganggap ringan kesalahan. Pesan tersebut diharapkan mendorong santri untuk senantiasa melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan di Ponpes Darul Fallaah yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, serta pengembangan kemampuan kepemimpinan santri.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar