BISSOLORO — Mengingat kematian sebagai bagian dari perjalanan kehidupan menjadi pesan utama yang disampaikan Ananda Rendi Adi Putra Kasman, santri kelas XII Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, dalam kultum ba’da Magrib, Selasa, 8 September 2026. Mengangkat tema “Jangan Pernah Takut dengan Kematian”, Rendi mengajak para santri untuk tidak memandang kematian hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal amal.
Dalam kultumnya, Rendi mengingatkan bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti akan dihadapi setiap manusia. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan sekadar rasa takut terhadap kematian, tetapi bagaimana menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya agar memiliki bekal ketika waktunya tiba.
Kematian sebagai Pengingat untuk Berbuat Baik
Pesan yang disampaikan Rendi mengajak santri untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan melakukan berbagai kebaikan. Masa muda dan kesempatan menuntut ilmu di pesantren merupakan waktu yang berharga untuk memperkuat ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal.
Rasa takut terhadap kematian seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan harapan. Sebaliknya, kesadaran bahwa hidup memiliki batas dapat mendorong seseorang untuk lebih menghargai waktu dan tidak menunda-nunda kebaikan.
Bagi seorang santri, hal tersebut dapat diwujudkan melalui menjaga salat, bersungguh-sungguh menuntut ilmu, menghormati orang tua dan guru, membantu sesama, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Jangan Takut, tetapi Persiapkan Diri
Melalui tema tersebut, Rendi mengajak teman-temannya untuk mengubah cara pandang terhadap kematian. Kematian memang merupakan sesuatu yang tidak diketahui kapan datangnya, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri selama masih diberi kehidupan.
Karena itu, yang lebih penting adalah bagaimana setiap hari diisi dengan amal yang bermanfaat.
Kesadaran terhadap kematian juga dapat menjadi pengingat agar santri tidak larut dalam kesenangan sementara, tidak mudah melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan senantiasa melakukan introspeksi.
Santri Bungasunggu yang Aktif dalam Organisasi
Rendi Adi Putra Kasman merupakan santri kelas XII yang berasal dari Bungasunggu. Ia merupakan putra dari Kamira dan Dg. Rela', yang berprofesi sebagai petani.
Selama berada di Darul Fallaah, Rendi aktif dalam kegiatan Hizbul Wathan (HW). Pengalaman organisasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kepesantriannya.
Pada periode 2026/2027, Rendi dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum (Sekum) OSIP sekaligus Ketua PKK IPM.
Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman dalam menjalankan tanggung jawab, mengelola kegiatan, membangun komunikasi, dan bekerja bersama anggota organisasi.
Sebagai santri kelas XII, pengalaman tersebut juga menjadi bekal kepemimpinan yang dapat dibawa setelah menyelesaikan pendidikan di Darul Fallaah.
Kultum Menjadi Ruang Pembinaan
Kegiatan kultum ba’da Magrib menjadi salah satu sarana pembinaan santri untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan jamaah.
Kesempatan menyampaikan kultum juga memberikan ruang kepada santri untuk melakukan refleksi terhadap nilai-nilai yang dipelajari dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Rendi, tema kematian menjadi momentum untuk mengingatkan dirinya sendiri dan teman-temannya bahwa kehidupan di dunia merupakan kesempatan untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih panjang.
Menjadikan Hidup Lebih Bermakna
Pesan Rendi pada kultum tersebut bukan sekadar ajakan untuk memikirkan kematian, tetapi juga mengajak santri untuk lebih menghargai kehidupan.
Selama masih diberikan kesempatan hidup, setiap orang memiliki ruang untuk memperbaiki kesalahan, meningkatkan ibadah, memperbanyak amal, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Dengan demikian, mengingat kematian bukan berarti menjalani kehidupan dengan ketakutan, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk hidup lebih terarah dan bermakna.
Dari mimbar ba’da Magrib di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rendi Adi Putra mengajak santri untuk tidak takut menghadapi kematian, melainkan mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal, memperbaiki akhlak, dan memanfaatkan setiap kesempatan hidup untuk berbuat kebaikan.
0 Komentar