Muhammad Hidayatullah Sampaikan Kultum tentang Kekuatan Doa

Ananda Muhammad Hidayatullah saat menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Kekuatan Doa” di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Kultum mengajak santri untuk senantiasa berdoa, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Bissoloro — Ananda Muhammad Hidayatullah menyampaikan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dengan tema “Kekuatan Doa.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus sarana bagi santri untuk melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan-pesan keislaman.

Dalam kultumnya, Muhammad Hidayatullah mengajak para santri untuk memahami bahwa doa merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar seorang muslim dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Doa menjadi sarana bagi seorang hamba untuk menyampaikan harapan, memohon kekuatan, serta menggantungkan segala urusan kepada Allah.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Setiap manusia akan menghadapi berbagai persoalan, tantangan, dan ujian. Dalam kondisi tersebut, seorang muslim tidak boleh kehilangan harapan, tetapi perlu memperkuat doa sekaligus terus berusaha.

Menurutnya, doa tidak berarti menggantikan usaha. Seorang muslim harus tetap melakukan ikhtiar secara sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Perpaduan antara doa, usaha, dan tawakal menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Muhammad Hidayatullah juga mengingatkan para santri agar tidak hanya berdoa ketika menghadapi kesulitan. Doa seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik ketika memperoleh kemudahan maupun ketika menghadapi ujian.

Selain itu, ia mengajak para santri untuk meyakini bahwa Allah SWT senantiasa mendengar doa hamba-Nya. Terkabulnya sebuah doa juga tidak selalu hadir dalam bentuk dan waktu yang diharapkan. Karena itu, seorang muslim perlu tetap bersabar, berprasangka baik kepada Allah, dan tidak berhenti berdoa.

Pesan tersebut menjadi inti dari kultum ba’da Magrib yang disampaikan Muhammad Hidayatullah. Melalui tema “Kekuatan Doa”, para santri diajak membangun sikap optimistis, sabar, dan senantiasa mengandalkan Allah dalam setiap proses kehidupan.

Kegiatan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro juga menjadi bagian dari pembiasaan santri dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Santri diberikan kesempatan untuk mempersiapkan materi dan menyampaikannya secara langsung di hadapan jamaah.

Melalui pembiasaan tersebut, diharapkan santri tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu tampil percaya diri, menyampaikan gagasan secara terarah, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar