Lil Ramadhan Ajak Santri Menghidupkan Kebiasaan Membaca Bismillah

Lil Ramadhan, santri kelas XI MA Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Magrib bertema “Keutamaan Membaca Bismillah”, Selasa (6/10/2026).

GOWA — Santri kelas XI MA Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Lil Ramadhan, menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan mengangkat tema “Keutamaan Membaca Bismillah”, Selasa (6/10/2026).

Dalam kultumnya, Lil Ramadhan mengajak para santri untuk membiasakan membaca Bismillahirrahmanirrahim sebelum memulai berbagai aktivitas. Menurutnya, membaca Bismillah merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki makna penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Mengawali aktivitas dengan menyebut nama Allah menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan seharusnya diniatkan dengan baik dan tidak terlepas dari kesadaran kepada Allah SWT. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas, baik ketika belajar, makan, bekerja, maupun melakukan kegiatan sehari-hari lainnya.

Bagi santri, pembiasaan membaca Bismillah juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan kesadaran spiritual. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Membiasakan Bismillah dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui kultum tersebut, Lil Ramadhan mengingatkan pentingnya menjadikan Bismillah sebagai bagian dari keseharian, bukan hanya diucapkan pada saat-saat tertentu.

Kegiatan kultum ba’da Magrib menjadi salah satu ruang bagi santri Darul Fallaah untuk belajar menyampaikan pesan-pesan keislaman sekaligus melatih keberanian berbicara di hadapan jamaah.

Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga mendorong santri untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam kehidupan keislaman di lingkungan pesantren.

Aktif di Tapak Suci dan Hizbul Wathan

Lil Ramadhan merupakan santri kelas XI MA yang berasal dari Flores. Ia merupakan putra dari Laudo dan Iyanti, yang bekerja sebagai petani dan nelayan.

Di lingkungan pesantren, Lil Ramadhan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci dan Hizbul Wathan (HW). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pengembangan diri santri di luar kegiatan pembelajaran.

Melalui kultum ba’da Magrib, Lil Ramadhan tidak hanya menyampaikan pesan tentang keutamaan membaca Bismillah, tetapi juga mengambil bagian dalam proses pembinaan santri yang memadukan pendidikan keagamaan, keberanian berbicara, dan pembentukan karakter.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar