| Ustadz Muhammad Khairun, S.Pd.I., saat memberikan amanat pada apel pagi santri Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Selasa (6/10/2026). |
GOWA — Apel pagi santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Selasa (6/10/2026), menjadi momentum pembinaan kedisiplinan sekaligus penguatan nilai-nilai adab dalam menuntut ilmu. Apel tersebut dibina oleh Ustadz Muhammad Khairun, S.Pd.I.
Dalam amanatnya, Ustadz Muhammad Khairun menyampaikan pesan penting kepada para santri agar tidak melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan keberkahan ilmu.
Menurutnya, menuntut ilmu tidak cukup hanya dengan mengejar pengetahuan dan prestasi akademik. Seorang santri juga perlu menjaga adab, sikap, dan perilakunya selama berada di lingkungan pesantren. Ilmu yang dipelajari diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian.
Ilmu Harus Dibarengi Adab
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual. Santri juga dibimbing untuk memahami pentingnya adab kepada guru, orang tua, sesama santri, serta lingkungan tempat mereka menuntut ilmu.
Sikap menghormati guru, menjaga perkataan dan perbuatan, menaati aturan pesantren, serta bersungguh-sungguh dalam belajar merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan ilmu.
Sebaliknya, perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut dapat menjadi penghalang bagi seorang santri dalam memperoleh manfaat dari ilmu yang dipelajarinya.
Karena itu, para santri diingatkan agar menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memperbaiki diri. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas maupun dalam berbagai kegiatan kepesantrenan perlu tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Pembinaan Karakter di Lingkungan Pesantren
Apel pagi menjadi salah satu sarana pembinaan rutin di Darul Fallaah. Selain membangun kedisiplinan, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pembina untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan keagamaan yang relevan dengan kehidupan santri.
Melalui amanat yang disampaikan, santri diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya diukur dari nilai atau prestasi, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut membentuk akhlak dan memberikan manfaat.
Pesan tentang menjaga keberkahan ilmu menjadi bagian dari ikhtiar Darul Fallaah dalam membangun santri yang memiliki keseimbangan antara ilmu, adab, ibadah, dan tanggung jawab.
0 Komentar