Membumikan Al-Qur’an dari Masjid, Santri Darul Fallaah Awali Hari dengan Halaqah

Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mengikuti halaqah Al-Qur’an setelah salat Subuh, Senin (19/10/2026), sebagai bagian dari pembiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.


BISSOLO​RO — Suasana pagi di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Senin (19/10/2026), diawali dengan kegiatan halaqah Al-Qur’an setelah salat Subuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan santri sekaligus upaya menumbuhkan kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Halaqah ba’da Subuh tidak sekadar menjadi rutinitas membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menghadirkan ruang pembelajaran untuk membangun kedisiplinan beribadah, memperkuat kebiasaan berinteraksi dengan kitab suci, serta menanamkan nilai-nilai Qur’ani dalam keseharian santri.

Melalui pembiasaan tersebut, pesantren berupaya menjadikan Al-Qur’an bukan hanya bacaan dalam kegiatan ibadah, melainkan pedoman yang dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan.

Pembinaan Al-Qur’an sebagai Budaya Pesantren

Pelaksanaan halaqah pada waktu pagi memiliki makna penting dalam pembentukan karakter santri. Mengawali hari dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari latihan konsistensi, penguatan spiritual, dan pembiasaan memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bernilai ibadah.

Di lingkungan pesantren, pembinaan semacam ini berjalan beriringan dengan pendidikan formal dan pembentukan akhlak. Santri tidak hanya diarahkan untuk menguasai pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan baik yang menopang pertumbuhan spiritual dan moral mereka.

Pembiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an juga diharapkan membantu santri menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari dengan perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga kedisiplinan, menghormati sesama, dan menunaikan tanggung jawab.

Dari Membaca Menuju Mengamalkan

Halaqah Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pendidikan Qur’ani membutuhkan kesinambungan. Membaca merupakan langkah awal, sedangkan memahami dan mengamalkan kandungannya menjadi bagian penting dari proses pembentukan pribadi muslim.

Melalui kegiatan ba’da Subuh, Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro terus membangun suasana pendidikan yang memberi ruang bagi santri untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an sejak awal hari.

Tradisi ini diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat, tidak hanya selama santri berada di lingkungan pesantren, tetapi juga ketika mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar