| Ustadz Muhammad Khairun, S.Pd.I., Gr. menyampaikan amanat pada apel pagi santri Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Selasa (29/9/2026). |
GOWA — Apel pagi di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Selasa (29/9/2026), menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para duta pesantren pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II sekaligus mendorong santri lebih aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Apel dipimpin oleh Ustaz Muhammad Khairun, S.Pd.I., Gr. sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menyampaikan dua hal utama, yakni semangat perjuangan duta Darul Fallaah pada KSMN II dan penguatan kesadaran santri untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di Darul Fallaah.
Menjaga Semangat Perjuangan Duta KSMN
Ustaz Muhammad Khairun mengajak para santri mengambil pelajaran dari perjuangan rekan-rekan mereka yang telah menjadi duta Darul Fallaah di ajang nasional KSMN II.
Keikutsertaan dalam KSMN II menjadi pengalaman penting bagi para santri untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan membawa nama baik pesantren di tingkat nasional.
Prestasi Juara 2 LKBB Variasi tingkat SMA/MA/SMK yang diraih Kafilah Darul Fallaah menjadi salah satu capaian yang dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya. Namun, nilai penting dari perjuangan tersebut tidak hanya terletak pada hasil perlombaan, tetapi juga pada proses latihan dan pengalaman yang dilalui para duta pesantren.
Santri Didorong Aktif di Ekstrakurikuler
Selain membahas perjuangan duta KSMN, amanat apel juga menyoroti pentingnya keaktifan santri dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Santri didorong untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di pesantren. Kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian dari proses menemukan minat, mengembangkan bakat, melatih kedisiplinan, serta membangun keberanian dan tanggung jawab.
Pesan yang disampaikan dalam apel tersebut menempatkan pengalaman para duta KSMN sebagai inspirasi bagi santri lain untuk berani mengambil peran dan mengembangkan potensi masing-masing.
Dengan demikian, semangat yang dibawa dari panggung nasional diharapkan tidak berhenti setelah KSMN II berakhir, tetapi dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari santri di Bissoloro.
#HumasDF
0 Komentar