MAKASSAR — Perjalanan dari pesantren menuju panggung prestasi akademik ditorehkan Bahrur Rahman Hasba, S.Pd. Alumni Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro itu berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik I Universitas Muhammadiyah Makassar pada prosesi wisuda yang berlangsung Selasa, 20 Oktober 2026, di Balai Sidang Unismuh Makassar.
Bahrur merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Makassar. Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan pendidikannya sekaligus kebanggaan bagi almamater pesantren yang pernah menjadi tempatnya belajar dan bertumbuh.
Lahir di Sungguminasa pada 28 Juni 2004 dan berdomisili di Kabupaten Gowa, Bahrur memulai perjalanannya sebagai santri Darul Fallaah pada 2016. Keputusannya masuk pesantren dilandasi keinginan untuk memperdalam ilmu, merasakan kehidupan berasrama, dan membentuk kedisiplinan diri.
“Awal masuk saya menjadi santri karena ingin belajar, merasakan nuansa tinggal di asrama, dan ingin lebih disiplin,” ungkap Bahrur.
Baginya, pesantren bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, melainkan juga ruang pembentukan karakter, tempat belajar hidup bersama, dan lingkungan yang mempertemukannya dengan beragam pengalaman sosial.
Kebersamaan yang Membentuk Karakter
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Bahrur selama menjadi santri adalah kebersamaan dengan teman-temannya. Ia mengenang kebiasaan saling berbagi makanan, bepergian bersama, hingga bertukar bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi tersebut mempertemukannya dengan keragaman budaya. Ia bahkan mengenal bahasa Flores melalui percakapan dan pertukaran bahasa bersama teman-teman sesama santri.
Pengalaman lain yang tidak terlupakan ialah perjuangan bersama dalam ajang PesantrenMu Hizbul Wathan di Masamba. Dalam kegiatan tersebut, kontingen yang diikutinya berhasil meraih posisi juara umum III.
Kenangan itu menjadi bagian dari pengalaman belajar yang membentuk solidaritas, kerja sama, dan semangat berjuang. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang relevan ketika ia melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Bekal Pesantren untuk Meraih Prestasi Akademik
Setelah menjalani pendidikan di Darul Fallaah, Bahrur melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar pada 2022. Selama kuliah, ia berusaha mengembangkan kemampuan akademik dan memanfaatkan kesempatan untuk berkarya serta mengikuti berbagai perlombaan.
Ia menilai pengalaman selama menjadi santri berkontribusi terhadap pembentukan kedisiplinan dan daya juangnya.
“Pengalaman yang saya peroleh ketika di pesantren membuat saya lebih disiplin dalam berjuang dan berkarya, termasuk mengikuti lomba-lomba,” jelasnya.
Bagi Bahrur, pendidikan pesantren memberikan bekal yang tidak terbatas pada pengetahuan keagamaan. Kedisiplinan, kebiasaan menjalani aktivitas bersama, dan pengalaman menghadapi tantangan menjadi modal yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik.
Predikat Wisudawan Terbaik I yang diraihnya pada wisuda 20 Oktober 2026 menjadi salah satu capaian dari proses panjang tersebut. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kesinambungan pendidikan, pembinaan karakter, dan kemauan mahasiswa untuk terus mengembangkan potensinya.
Menghadapi Rasa Malas dengan Kebiasaan Menulis
Perjalanan kuliah Bahrur tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Ia mengakui bahwa tantangan yang kerap dihadapinya adalah rasa malas dan kecenderungan menunda pekerjaan ketika tenggat pengumpulan tugas masih terasa jauh.
Untuk mengatasinya, ia mencoba mengalihkan keadaan tersebut dengan menulis. Kebiasaan itu membantunya menjaga pikiran tetap aktif dan kembali membangun dorongan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.
Pengalaman Bahrur menunjukkan bahwa disiplin bukan berarti seseorang tidak pernah menghadapi rasa malas. Disiplin justru diuji melalui kemampuan mengenali hambatan diri dan menemukan cara untuk mengatasinya.
Kebiasaan yang terbentuk selama menjalani pendidikan di pesantren menjadi salah satu bekal dalam proses tersebut. Ia belajar bahwa keberhasilan akademik membutuhkan pengelolaan diri, konsistensi, dan kemauan untuk terus bergerak meskipun motivasi tidak selalu berada pada tingkat yang sama.
Mimpi Besar Harus Diikuti Tindakan Nyata
Sebagai alumni yang telah meraih prestasi akademik, Bahrur menyampaikan pesan kepada para santri Darul Fallaah agar tidak takut menetapkan cita-cita besar. Ia menekankan pentingnya fokus pada pendidikan, kesungguhan dalam berusaha, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt.
“Untuk adik-adik, jangan takut untuk bermimpi besar. Ketika kita fokus dalam mengejar pendidikan, insyaallah Allah akan selalu memberikan pertolongan ketika kita dalam kesulitan,” pesannya.
Pesan itu sejalan dengan motto hidup yang dipegangnya: “Mimpi besar tanpa aksi, hanyalah sebuah imajinasi.”
Motto tersebut menegaskan bahwa cita-cita perlu diwujudkan melalui tindakan konkret. Keinginan untuk berprestasi harus disertai kedisiplinan, kesediaan belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan menghadapi tantangan.
Bagi para santri, perjalanan Bahrur dapat menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas untuk mengembangkan potensi. Pengalaman di pesantren dapat menjadi titik berangkat untuk menempuh pendidikan tinggi, membangun kompetensi, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Ingin Berbagi Ilmu untuk Kemajuan Darul Fallaah
Di balik pencapaian yang diraihnya, Bahrur tetap menaruh perhatian terhadap perkembangan almamaternya. Ia berharap Pondok Pesantren Darul Fallaah terus meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan para santri yang masih menempuh pendidikan.
“Harapan saya, semoga Darul Fallaah terus berkembang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam sehingga bisa lebih bermanfaat untuk khalayak umum. Saya mungkin bisa memberikan sedikit ilmu yang saya peroleh kepada adik-adik di pesantren, karena ilmu akan cepat dilupa ketika tidak dibagikan kepada orang lain,” tuturnya.
Keinginan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara alumni dan pesantren dapat terus berlanjut setelah masa pendidikan berakhir. Alumni memiliki peluang untuk berkontribusi melalui berbagi pengetahuan, mendampingi generasi berikutnya, dan menjadi teladan dalam menempuh pendidikan.
Bagi Darul Fallaah, capaian alumni seperti Bahrur menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada proses belajar di lingkungan pesantren, tetapi juga mendorong santri dan alumninya tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan Bahrur Rahman Hasba dari Bissoloro hingga meraih predikat Wisudawan Terbaik I Unismuh Makassar menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan ikhtiar, kedisiplinan, dan keberanian untuk bertumbuh. Prestasi tersebut bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk melanjutkan pengabdian melalui ilmu dan karya.
#HumasDf

0 Komentar