![]() |
| Apel pagi santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Selasa (20/10/2026), dengan amanat “Belajar Memperbaiki Diri sebelum Memperbaiki Keluarga dan Orang Lain.” |
BISSOLORO, GOWA — Pembinaan karakter santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro kembali ditekankan melalui apel pagi, Selasa (20/10/2026). Ustaz Samsu Alam, S.Pd.I., bertindak sebagai pembina apel dengan amanat bertema “Belajar Memperbaiki Diri sebelum Memperbaiki Keluarga dan Orang Lain.”
Tema tersebut mengingatkan bahwa perubahan yang berkelanjutan perlu dimulai dari kesadaran untuk mengevaluasi diri sendiri. Sebelum menuntut orang lain menjadi lebih baik, seseorang perlu memeriksa sikap, kebiasaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah dijalankannya.
Muhasabah sebagai Langkah Awal Perubahan
Memperbaiki diri membutuhkan kejujuran untuk mengenali kekurangan dan kesediaan untuk memperbaikinya secara konsisten. Dalam kehidupan santri, proses ini dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana: menaati aturan pesantren, menjaga ibadah, menghormati guru, menyelesaikan tanggung jawab, serta memperlakukan teman dengan baik.
Prinsip tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan orang beriman agar memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok. Ayat ini menjadi landasan penting bagi sikap introspektif atau muhasabah dalam mengevaluasi tindakan dan merencanakan perbaikan. <Cite refs={["turn946111search2","turn946111search11"]}/>
Keteladanan Dimulai dari Diri Sendiri
Pesan memperbaiki diri juga memiliki kaitan erat dengan kehidupan keluarga dan lingkungan sosial. Nasihat akan lebih bermakna ketika disertai keteladanan. Seseorang yang ingin membangun kedisiplinan di rumah, misalnya, perlu terlebih dahulu berusaha menjalankan disiplin dalam kehidupannya sendiri.
Bagi santri, pembelajaran ini tidak berhenti selama berada di lingkungan pesantren. Nilai yang dilatih setiap hari diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Memperbaiki diri bukan berarti mengabaikan kewajiban untuk saling mengingatkan. Sebaliknya, introspeksi membantu seseorang menyampaikan nasihat dengan lebih bijaksana, tidak mudah menghakimi, dan bersedia menerima koreksi dari orang lain.
Melalui amanat apel pagi tersebut, tema perbaikan diri menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui proses yang terus-menerus. Perubahan besar dalam keluarga dan masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dibangun dengan kesadaran, keteladanan, dan tanggung jawab.
#HumasDF

0 Komentar