Nurul Ainun Mutmainnah, santri kelas X Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Subuh bertema “Memperbaiki Niat dalam Beribadah”, Rabu (23/9/2026). |
GOWA — Santri kelas X Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Nurul Ainun Mutmainnah, menyampaikan kultum ba’da Subuh dengan mengangkat tema “Memperbaiki Niat dalam Beribadah”, Rabu (23/9/2026).
Dalam kultumnya, Nurul Ainun mengajak para santri untuk memperhatikan kembali niat dalam setiap ibadah yang dilakukan. Menurut tema yang disampaikannya, ibadah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas yang dikerjakan, tetapi juga dengan niat yang mendasari pelaksanaannya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan santri yang memberikan ruang bagi mereka untuk belajar menyampaikan materi keislaman di hadapan teman-temannya. Melalui kegiatan kultum, santri juga dilatih untuk menyampaikan pesan secara terarah sekaligus membangun keberanian berbicara di depan umum.
Raih Juara Pidato Bahasa Arab
Nurul Ainun Mutmainnah merupakan salah satu santri yang memiliki pengalaman dalam bidang pidato. Ia tercatat sebagai Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mendukung keterlibatannya dalam kegiatan kultum di lingkungan pesantren. Kemampuan berbicara di depan umum menjadi bagian yang terus dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembinaan santri.
Selain kegiatan akademik dan keagamaan, Nurul Ainun juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Belajar Menyampaikan Pesan Keagamaan
Kultum ba’da Subuh menjadi salah satu ruang bagi santri Darul Fallaah untuk berlatih menyampaikan pesan-pesan keislaman secara langsung. Santri mendapatkan kesempatan untuk tampil secara bergantian dengan membawa tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Tema “Memperbaiki Niat dalam Beribadah” yang dibawakan Nurul Ainun mengangkat salah satu aspek penting dalam pelaksanaan ibadah, yakni kesadaran terhadap niat.
Bagi santri, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan materi, tetapi juga menjadi proses belajar untuk memahami kembali pesan yang disampaikan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Nurul Ainun merupakan putri dari Amiruddin, S.Pd. dan Sutina, A.Ma., yang keduanya berprofesi sebagai guru. Ia berasal dari Tanahkaraeng dan saat ini menempuh pendidikan kelas X di Darul Fallaah.
0 Komentar