Ustadz Alimuddin, S.E., DMM., menyampaikan amanat pada apel pagi santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rabu (23/9/2026), dengan pesan agar santri tidak membuli sesama. |
GOWA — Apel pagi di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rabu (23/9/2026), diisi dengan pesan pembinaan tentang pentingnya menjaga hubungan baik antarsantri dan menghindari perilaku membuli sesama.
Apel pagi tersebut dipimpin oleh Ustadz Alimuddin, S.E., DMM. Dalam amanatnya, ia mengingatkan para santri agar tidak melakukan perundungan atau membuli teman, baik melalui perkataan maupun tindakan.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembinaan kehidupan santri di lingkungan pesantren. Setiap santri diharapkan mampu menjaga sikap, menghormati teman, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga pesantren.
Jangan Menyakiti Sesama
Dalam kehidupan bersama di pesantren, para santri berasal dari latar belakang dan karakter yang beragam. Karena itu, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antarsantri.
Amanat apel mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi alasan untuk mengejek, merendahkan, mengucilkan, ataupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman.
Pembinaan mengenai larangan membuli juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pergaulan yang sehat di lingkungan pesantren. Santri diarahkan untuk menyelesaikan persoalan dengan komunikasi dan sikap saling menghargai.
Apel sebagai Ruang Pembinaan
Apel pagi tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan pembinaan kepada santri. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kehidupan bersama dapat disampaikan melalui amanat apel.
Pada Rabu pagi tersebut, perhatian diarahkan pada pentingnya menjaga sikap terhadap sesama. Pesan “jangan membuli sesama” menjadi pengingat agar setiap santri turut menciptakan suasana kehidupan pesantren yang saling menghormati dan mendukung.
Dengan pembiasaan tersebut, lingkungan pesantren diharapkan menjadi tempat belajar yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku dalam kehidupan bersama.
0 Komentar