Kultum Ba’da Magrib, Muh. Adnan Ajak Santri Menjaga Syukur dan Sabar

Muh. Adnan, santri kelas XII Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan kultum ba’da Magrib bertema “Syukur dan Sabar”, Sabtu (19/9/2026).

BISSOLORO — Menjaga rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan membangun kesabaran dalam menghadapi berbagai keadaan menjadi pesan utama yang disampaikan Muh. Adnan, santri kelas XII Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, dalam kultum ba’da Magrib, Sabtu, 19 September 2026.

Mengangkat tema “Syukur dan Sabar”, Adnan mengajak sesama santri untuk memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Ada saat ketika seseorang mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan, tetapi ada pula masa ketika harus menghadapi kesulitan dan ujian.

Dalam kondisi tersebut, syukur dan sabar menjadi dua sikap yang penting dimiliki seorang muslim. Syukur mengajarkan seseorang untuk menyadari dan menghargai berbagai nikmat yang telah diberikan Allah, sedangkan sabar membantu seseorang tetap teguh ketika menghadapi kesulitan.

Syukur Tidak Hanya dengan Ucapan

Dalam penyampaiannya, Adnan menekankan bahwa bersyukur tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah. Rasa syukur juga perlu diwujudkan melalui penggunaan nikmat secara tepat dan melakukan berbagai kebaikan.

Sebagai seorang santri, rasa syukur dapat diwujudkan dengan memanfaatkan kesempatan belajar, menjaga kesehatan, menghormati guru dan pembina, serta menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

Nikmat ilmu, kesempatan menuntut ilmu di pesantren, persahabatan, kesehatan, dan dukungan orang tua merupakan bagian dari nikmat yang perlu disadari dan dijaga.

Sabar dalam Menghadapi Ujian

Selain syukur, Adnan mengingatkan pentingnya kesabaran. Menurut pesan yang disampaikan dalam kultumnya, kesulitan tidak seharusnya membuat seseorang mudah menyerah.

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Kesabaran perlu disertai ikhtiar, doa, dan keyakinan bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Bagi santri, sikap sabar dapat diterapkan ketika menghadapi tuntutan belajar, aturan pesantren, kerinduan kepada keluarga, perbedaan karakter teman, maupun berbagai tantangan selama menjalani kehidupan di asrama.

Dengan kesabaran, seseorang belajar mengendalikan emosi, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, dan tetap berusaha melakukan hal yang benar meskipun menghadapi kesulitan.

Kultum Menjadi Ruang Belajar Santri

Kegiatan kultum ba’da Magrib menjadi salah satu ruang pembinaan bagi santri Darul Fallaah untuk belajar menyampaikan pesan keislaman di hadapan jamaah.

Melalui kesempatan tersebut, santri tidak hanya belajar mengenai materi keagamaan, tetapi juga dilatih untuk berbicara, menyusun gagasan, membangun keberanian, dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada sesama.

Muh. Adnan merupakan santri kelas XII yang aktif dalam ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW). Pengalaman mengikuti kegiatan organisasi dan kepesantrenan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kemampuan komunikasi santri.

Kultum bertema “Syukur dan Sabar” tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang didengar, tetapi dapat menjadi pengingat bagi seluruh santri untuk menjalani kehidupan dengan rasa syukur ketika mendapatkan nikmat dan kesabaran ketika menghadapi ujian.

Profil Singkat

Nama: Muh. Adnan
Kelas: XII
Orang Tua: Sukardi
Pekerjaan Orang Tua: Guru
Daerah Asal: Tana Karaeng
Ekstrakurikuler: Hizbul Wathan (HW)
Judul Kultum: Syukur dan Sabar
Waktu: Sabtu, 19 September 2026, ba’da Magrib.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar