MALANG — Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II Tahun 2026 resmi dibuka di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (21/9/2026). Ribuan santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah di Indonesia berkumpul dalam ajang nasional yang berlangsung hingga Kamis (24/9/2026).
KSMN II mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.” Berdasarkan rundown resmi, rangkaian pembukaan berlangsung setelah agenda kedatangan dan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan seremonial pembukaan pada pukul 13.00–15.30 WIB.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua LP2 PP Muhammadiyah adalah Dr. H. Maskuri, M.Ed., sedangkan M. Izzul Muslimin, S.IP. tercatat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menjadi salah satu bagian dari kontingen Sulawesi Selatan yang hadir dalam perhelatan nasional tersebut.
Bupati Malang: Pengalaman KSMN Jadi Bekal Masa Depan
Dalam sambutan pembukaan, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta KSMN II di Bumi Perkemahan Coban Rondo.
Ia menekankan bahwa keikutsertaan para santri dalam KSMN bukan sekadar mengikuti kegiatan perkemahan dan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari proses menempa diri untuk menghadapi masa depan.
Menurut Sanusi, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti KSMN akan menjadi bekal penting bagi para santri dalam perjalanan kehidupan mereka.
“Kalian hari ini ditempa dalam KSMN karena kalian semua diharapkan menjadi pemimpin Indonesia. Empat puluh tahun ke depan, kalianlah yang akan menjadi pemimpin. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” pesannya.
Ia kemudian menekankan tiga karakter penting yang perlu dimiliki para santri, yakni disiplin, mandiri, dan berprestasi.
“Jadilah santri yang disiplin, jadilah santri yang mandiri, dan jadilah santri yang berprestasi,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengantar bagi para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian KSMN II dengan kesungguhan.
LP2 PP Muhammadiyah: KSMN Menjadi Ruang Penguatan Mutu Pesantren
Sambutan berikutnya disampaikan Dr. H. Maskuri, M.Ed., Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam laporan dan sambutannya, Maskuri menempatkan KSMN sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas pesantren Muhammadiyah secara kolektif. Pertumbuhan jumlah pesantren, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem penjaminan mutu, baik pada aspek akademik maupun nonakademik.
Pada momentum pembukaan KSMN II juga disampaikan mengenai proses akreditasi pesantren Muhammadiyah. Sebanyak sembilan pesantren memperoleh akreditasi, dengan delapan berpredikat unggul dan satu berpredikat baik sekali, sebagaimana disampaikan dalam rangkaian sambutan.
Menurut Maskuri, peningkatan kualitas pesantren tidak cukup dilakukan secara sendiri-sendiri. KSMN menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pesantren, santri, pendamping, dan berbagai unsur Muhammadiyah dalam sebuah proses pembinaan bersama.
KSMN juga dirancang sebagai kegiatan yang dilaksanakan secara berkala, dengan agenda yang memadukan kompetisi, pembinaan, kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, serta penguatan karakter santri.
Wakil PWM Jatim: KSMN Menjadi Muara Kaderisasi
Sambutan selanjutnya disampaikan Dr. Syamsudin, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Struktur PWM Jawa Timur periode 2022–2027 mencatat Dr. Syamsudin, M.Ag. sebagai Wakil Ketua PWM Jawa Timur pada bidang yang berkaitan dengan tarjih, tajdid, dan kepesantrenan.
Dalam sambutannya, ia menekankan posisi strategis KSMN sebagai bagian dari proses kaderisasi.
Menurutnya, kegiatan ini tidak berhenti pada aspek kompetisi, tetapi diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki karakter kepemimpinan dan kualitas pribadi yang kuat.
Ia mengutip prinsip al-qawiyyu al-amin, yakni pribadi yang kuat sekaligus amanah, sebagai dua karakter penting dalam kepemimpinan.
“Orang yang pantas memperoleh kepercayaan adalah orang yang memiliki kekuatan dan amanah. Itulah dua kunci kepemimpinan,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari karakter seorang kader. Dalam konteks tersebut, ia mengangkat keteladanan Abu Dzar al-Ghifari sebagai salah satu figur yang dikenal karena kejujuran dan keberaniannya.
Kemenag: Pesantren dan Hizbul Wathan Sama-sama Membentuk Karakter
Perwakilan Kementerian Agama RI turut memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya KSMN II.
Dalam sambutannya, ia mengaitkan lokasi perkemahan di Coban Rondo dengan pentingnya manusia membangun hubungan dengan alam dan sesama.
Keindahan alam menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak berjalan secara individual. Manusia membutuhkan kerja sama, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga menyoroti pertemuan dua tradisi yang menjadi bagian dari kegiatan KSMN, yakni tradisi pesantren dan kepanduan Hizbul Wathan (HW).
Keduanya memiliki ruang pembelajaran karakter yang saling melengkapi, terutama dalam membentuk kedisiplinan, keberanian, kerja sama, dan tanggung jawab.
Pesan yang disampaikan kepada para santri antara lain agar menjaga iman, tidak berhenti belajar, serta terus mengembangkan diri.
Jawa Timur: Pesantren dan Penguatan Ekonomi
Sambutan berikutnya disampaikan Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur. Posisi Ramliyanto sebagai Kepala BPSDM Jawa Timur juga tercatat dalam sumber resmi pemerintahan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki jumlah pesantren yang sangat besar, yakni sekitar 8.000 pesantren.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu konteks penting bagi Jawa Timur sebagai tuan rumah KSMN II.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan gagasan mengenai pesantren dan ekonomi melalui penerbitan buku bertema “Pesantren Ekonomi”.
Pesan tersebut memperluas makna kegiatan KSMN. Pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan sumber daya manusia, kemandirian, dan kontribusi sosial-ekonomi.
M. Izzul Muslimin: Empat Modal Santri Menghadapi Masa Depan
Puncak rangkaian sambutan disampaikan M. Izzul Muslimin, S.IP., Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekaligus membuka secara resmi KSMN II. Jabatan tersebut sesuai dengan susunan PP Muhammadiyah periode 2022–2027 yang mencatat M. Izzul Muslimin, S.IP. sebagai Sekretaris PP Muhammadiyah.
Dalam amanatnya, Izzul menekankan pentingnya empat modal yang perlu dipersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan.
Keempat modal tersebut adalah iman dan takwa yang kuat, akhlakul karimah, ilmu pengetahuan, serta kesiapan mental dan fisik.
Menurutnya, generasi muda, termasuk generasi Z, perlu memiliki daya juang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi perubahan zaman.
“Gen Z tidak boleh menyerah. Karena itu, harus memiliki iman dan takwa yang kuat, akhlakul karimah, ilmu pengetahuan, serta mental dan fisik yang kuat.”
Ia juga mengaitkan KSMN dengan semangat gerakan Muhammadiyah yang terus bergerak dalam berbagai bidang kehidupan.
Semangat tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata para santri sebagai bagian dari generasi penerus.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta memanfaatkan KSMN II secara maksimal, bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga untuk belajar, membangun persaudaraan, memperluas pengalaman, dan memperkuat karakter.
“Marilah kita memanfaatkan KSMN II ini dengan maksimal.”
Setelah menyampaikan amanat tersebut, M. Izzul Muslimin secara resmi membuka Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, KSMN II resmi dibuka.”
Darul Fallaah Bawa Semangat Bissoloro ke KSMN II
Pembukaan KSMN II menjadi titik awal bagi seluruh kafilah untuk memasuki rangkaian kegiatan selama empat hari di Coban Rondo.
Kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Gowa, menjadi bagian dari kontingen Sulawesi Selatan yang mengikuti agenda nasional tersebut.
Sebelumnya, kontingen Sulawesi Selatan telah menjalani karantina intensif di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai pemantapan menghadapi KSMN II. Darul Fallaah termasuk dalam delapan pesantren yang mengirimkan delegasi dalam kontingen Sulsel.
Setelah pembukaan, peserta langsung memasuki agenda kompetisi. Pada hari pertama, lomba yang dijadwalkan meliputi Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Storytelling Bahasa Inggris, dan Ilqā’ al-Qiṣṣah Bahasa Arab. Perlombaan berlangsung pada sore hingga malam hari.
Dengan demikian, pembukaan KSMN II bukan sekadar seremoni awal sebuah perkemahan nasional. Di Coban Rondo, para santri mulai memasuki ruang pembelajaran yang mempertemukan kedisiplinan, kemandirian, ilmu, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan prestasi.
Dari Bissoloro ke Malang, kafilah Darul Fallaah membawa semangat pesantren untuk belajar dan berproses bersama santri Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia.
0 Komentar