Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menyampaikan sambutan pada pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2026). |
MALANG — Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II resmi dibuka di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (21/9/2026). Dalam pembukaan tersebut, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. mengingatkan para santri bahwa pengalaman selama mengikuti KSMN II dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.
KSMN II berlangsung pada 21–24 September 2026 dan mempertemukan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Kafilah Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Gowa, menjadi salah satu bagian dari kontingen yang mengikuti agenda nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah tiba di Bumi Perkemahan Coban Rondo. Ia berharap suasana perkemahan dan berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti para santri dapat memberikan pengalaman yang bermakna.
Menurut Sanusi, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti KSMN II tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Lebih dari itu, perkemahan nasional menjadi ruang bagi santri untuk belajar menjalani kehidupan bersama, mematuhi aturan, membangun kerja sama, serta melatih kemandirian.
“Sekarang Kamu Jadi Pemuda, Besok Kamu Jadi Pimpinan”
Sanusi menempatkan para peserta KSMN II sebagai generasi yang memiliki peran penting bagi masa depan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa santri yang saat ini masih duduk di bangku pendidikan pada waktunya akan memasuki berbagai bidang kehidupan dan mengambil peran kepemimpinan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut dirangkum dalam ungkapan yang disampaikannya kepada para peserta:
“Sekarang kamu jadi pemuda, besok kamu jadi pimpinan.”
Pesan itu sekaligus mengingatkan para santri agar memanfaatkan masa muda sebagai fase untuk mempersiapkan diri. Pendidikan, pengalaman organisasi, kegiatan kepesantrenan, hingga pengalaman mengikuti kegiatan nasional seperti KSMN II dapat menjadi bagian dari proses pembentukan diri.
Sanusi juga menekankan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, para santri perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar memiliki bekal pengetahuan sekaligus karakter ketika kelak menerima tanggung jawab yang lebih besar.
Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi
Dalam sambutannya, Sanusi menekankan tiga karakter yang perlu terus dibangun dalam diri santri, yaitu disiplin, mandiri, dan berprestasi.
Disiplin diperlukan agar santri mampu menghargai waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tanggung jawab. Kemandirian menjadi bekal agar mereka mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan dengan penuh tanggung jawab. Sementara prestasi menjadi bagian dari proses mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ketiga karakter tersebut juga menjadi bagian dari semangat KSMN II yang mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.”
Rangkaian kegiatan KSMN II sendiri dirancang tidak hanya dalam bentuk kompetisi. Pada hari pertama, peserta mengikuti pembukaan dan berbagai cabang lomba, di antaranya MHQ, MTQ, English Storytelling, dan Ilqa al-Qissah.
Dengan demikian, pengalaman peserta selama berada di Coban Rondo mencakup aspek keagamaan, pendidikan, keterampilan, kedisiplinan, hingga kerja sama.
Darul Fallaah Membawa Semangat Bissoloro
Bagi kafilah Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, keikutsertaan dalam KSMN II menjadi bagian dari proses pembinaan santri di tingkat nasional.
Sebelum berangkat ke Malang, kafilah Sulawesi Selatan telah menjalani rangkaian persiapan dan karantina. Darul Fallaah menjadi salah satu dari delapan pesantren yang tergabung dalam kontingen Sulawesi Selatan.
Di Coban Rondo, para santri Darul Fallaah tidak hanya membawa target mengikuti berbagai kegiatan, tetapi juga membawa nama pesantren dan pengalaman pembinaan yang selama ini mereka jalani di Bissoloro.
Pesan Bupati Malang tentang disiplin, kemandirian, dan prestasi menjadi relevan dengan proses tersebut. Sebab, KSMN II memberi kesempatan kepada santri untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman hidup bersama santri Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Bagi para peserta, empat hari di Coban Rondo bukan sekadar rangkaian agenda nasional, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang.
#HumasDF
0 Komentar