Hari Pertama KSMN II, Kafilah Darul Fallaah Mulai Ikuti Rangkaian Kemah Nasional di Coban Rondo


Kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar mengikuti rangkaian hari pertama Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Senin (20/9/2026).

MALANG — Kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mulai mengikuti rangkaian Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Tingkat Nasional II Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (20/9/2026).

KSMN II yang berlangsung pada 21–24 September 2026 ini menjadi ajang pertemuan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.”

Bagi kafilah Darul Fallaah, hari pertama menjadi awal dari rangkaian agenda yang memadukan kegiatan kemah, pembinaan, silaturahmi antarpesantren, serta kompetisi pada sejumlah cabang yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kedatangan dan Registrasi Peserta

Berdasarkan rundown resmi kegiatan, rangkaian hari pertama dimulai pada pukul 07.00–11.30 WIB dengan agenda kedatangan dan registrasi peserta. Setelah proses registrasi, peserta mengikuti persiapan pembukaan yang berlangsung pukul 11.30–13.00 WIB di area KSM.

Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum seluruh peserta memasuki agenda utama KSMN II. Para santri dari berbagai pesantren mulai menempati area perkemahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kegiatan di Coban Rondo.

Sebelumnya, kontingen Sulawesi Selatan telah menempuh perjalanan dari Makassar menuju Jawa Timur. Kontingen Sulsel terdiri atas santri dari sejumlah pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah, termasuk Darul Fallaah Muhammadiyah Bissoloro, dan melanjutkan perjalanan menuju Coban Rondo setelah tiba di Jawa Timur.

Pembukaan KSMN II

Agenda utama hari pertama dilanjutkan dengan Seremonial Pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional Ke-2 Tahun 2026 pada pukul 13.00–15.30 WIB.

Rangkaian pembukaan meliputi pembacaan Kalam Ilahi, lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari sejumlah tokoh. Dalam rundown tercantum sambutan dari PWM Jawa Timur, Ketua LP2 PPM, Gubernur Jawa Timur, Kasubdit Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, serta Sekretaris PP Muhammadiyah yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan KSMN II.

Pembukaan juga dirangkaikan dengan peluncuran Seragam Batik Nasional Santri Muhammadiyah dan penyerahan Sertifikat Akreditasi Pesantren Muhammadiyah.

Kehadiran kafilah Darul Fallaah dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para santri untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai pesantren Muhammadiyah di Indonesia.

Mulai Masuk Arena Kompetisi

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sumpah juri pada pukul 15.30–16.00 WIB. Selanjutnya, mulai pukul 16.00 WIB, sejumlah cabang lomba mulai dipertandingkan.

Cabang yang dijadwalkan pada hari pertama antara lain Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 2 juz untuk tingkat MTs/SMP, MHQ 3 juz untuk tingkat MA/SMA/SMK, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk dua jenjang, Storytelling Bahasa Inggris tingkat MTs/SMP, serta Ilqā’ al-Qiṣṣah atau penyampaian cerita dalam bahasa Arab untuk tingkat MA/SMA/SMK.

Kompetisi tersebut berlangsung pada sore hari dan dilanjutkan kembali setelah waktu istirahat, shalat, dan makan (ISHOMA), mulai pukul 18.30 hingga 23.00 WIB.

Dengan demikian, hari pertama tidak hanya menjadi momentum pembukaan kegiatan, tetapi juga langsung menjadi awal bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan yang telah dipersiapkan melalui latihan di pesantren masing-masing.

Darul Fallaah Bawa Semangat Pesantren ke Forum Nasional

Keikutsertaan Darul Fallaah dalam KSMN II menjadi bagian dari proses pembinaan santri melalui pengalaman kompetisi dan perjumpaan dengan peserta dari berbagai daerah.

Sebelum keberangkatan, kontingen Sulawesi Selatan telah menjalani karantina dan pemantapan untuk menghadapi sejumlah cabang lomba KSMN II. Persiapan tersebut mencakup bidang Al-Qur’an, pidato, storytelling, PBB variasi, hingga jelajah alam dan tali-temali.

Bagi kafilah Darul Fallaah, pengalaman mengikuti kegiatan nasional seperti ini tidak hanya berkaitan dengan hasil kompetisi. Kehadiran santri di tengah forum nasional juga menjadi ruang untuk membangun keberanian, kedisiplinan, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta memperluas pengalaman organisasi dan persaudaraan antarsantri Muhammadiyah.

Rangkaian KSMN II masih akan berlangsung hingga Kamis (24/9/2026). Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti qiyamullail, Shalat Subuh berjamaah dan kultum, kemudian berbagai perlombaan serta agenda unggun gembira/pentas seni pada malam hari.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar