Kepala SMK Trenkaun Dampingi Kafilah Darul Fallaah di KSMN II Malang


Kepala SMK Trenkaun Darul Fallaah Unismuh Makassar, Ismail, S.Ip., hadir membersamai kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam mengikuti KSMN II di Malang, Jawa Timur, 21–24 September 2026.

MALANG — Kepala SMK Trenkaun Darul Fallaah Unismuh Makassar, Ismail, S.Ip., hadir membersamai kafilah Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar dalam mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Malang, Jawa Timur.

KSMN II berlangsung pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan diikuti santri Muhammadiyah dari berbagai daerah. 

Kehadiran Ismail menjadi bagian dari dukungan unsur pimpinan pendidikan Darul Fallaah terhadap para santri yang membawa nama pesantren dalam kegiatan nasional tersebut.

Membersamai Santri di Ajang Nasional

Kehadiran Kepala SMK Trenkaun di lokasi kegiatan bukan hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung proses yang dijalani para santri selama mengikuti KSMN II.

Para santri Darul Fallaah sebelumnya telah menjalani rangkaian persiapan, termasuk latihan kepanduan dan penguatan kemampuan sebelum diberangkatkan menuju Malang. Persiapan tersebut diarahkan agar peserta memiliki kesiapan teknis sekaligus mental untuk mengikuti kegiatan berskala nasional.

Dalam pendampingan di lokasi, Ismail memberikan perhatian terhadap kondisi peserta, kesiapan mengikuti agenda, serta kebersamaan antarpeserta. Kehadiran pimpinan sekolah juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moral kepada santri selama mengikuti kegiatan di luar lingkungan pesantren.

Membawa Nama Darul Fallaah

KSMN II menjadi ruang bagi santri untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Kontingen Sulawesi Selatan sendiri berasal dari delapan pesantren dan mengikuti kegiatan nasional yang berlangsung di Malang. 

Bagi kafilah Darul Fallaah, kesempatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlombaan dan penampilan, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran. Santri dapat belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, serta membangun silaturahmi dengan santri dari daerah lain.

Kegiatan KSMN II tahun ini mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.” Rangkaian kegiatan mencakup berbagai cabang dan aktivitas yang mengembangkan kemampuan keagamaan, kepanduan, komunikasi, serta kerja sama peserta.

Dukungan Pimpinan untuk Perjalanan Santri

Sebelumnya, Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., juga melepas langsung kafilah Darul Fallaah di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sebelum rombongan bertolak menuju Jawa Timur.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan santri dalam KSMN II dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan yang berlangsung di luar ruang kelas. Pengalaman mengikuti kegiatan nasional menjadi kesempatan bagi santri untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar membawa identitas pesantren dalam lingkungan yang lebih luas.

Kehadiran Kepala SMK Trenkaun di Malang kemudian melanjutkan dukungan tersebut dengan membersamai para santri secara langsung selama mengikuti agenda KSMN II.

Dari Bissoloro menuju Malang, perjalanan kafilah Darul Fallaah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mempertemukan pendidikan, pengalaman, kepanduan, kemandirian, dan persaudaraan antarsantri Muhammadiyah.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar