BISSOLORO — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar kembali melaksanakan upacara bendera rutin yang diikuti oleh seluruh santri, guru, dan tenaga kependidikan, Senin (21/9/2026). Upacara berlangsung di lapangan pondok, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kapolsek Bungaya, Bapak Ibrahim, yang dalam amanatnya menyampaikan pentingnya membangun budaya disiplin, khususnya dalam menaati aturan berlalu lintas.
Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Dalam amanatnya, Kapolsek Bungaya mengingatkan para santri agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, terutama dengan membiasakan diri menggunakan helm saat berkendara.
Menurutnya, penggunaan helm bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan upaya melindungi diri dan menjaga keselamatan selama berada di jalan raya.
“Kedisiplinan dalam berlalu lintas harus dibangun sejak dini. Salah satu bentuk sederhana tetapi sangat penting adalah menggunakan helm saat berkendara. Keselamatan diri harus menjadi prioritas,” pesan Bapak Ibrahim di hadapan peserta upacara.
Ia juga mengajak santri untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Upacara sebagai Sarana Pembinaan Karakter
Upacara bendera rutin setiap hari Senin di Darul Fallaah menjadi bagian dari proses pembinaan karakter santri. Melalui kegiatan tersebut, santri dilatih untuk disiplin, tertib, menghargai waktu, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Kehadiran Kapolsek Bungaya sebagai pembina upacara memberikan wawasan tambahan kepada santri mengenai pentingnya kesadaran hukum dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur: Disiplin Berlalu Lintas Bagian dari Akhlak
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek Bungaya dalam memberikan edukasi kepada para santri.
Menurutnya, kedisiplinan dalam berlalu lintas merupakan bagian dari pembentukan akhlak dan tanggung jawab sosial.
“Pesan tentang keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting bagi santri. Disiplin bukan hanya diterapkan di lingkungan pesantren, tetapi juga ketika berada di tengah masyarakat. Menggunakan helm, menaati aturan, dan menjaga keselamatan merupakan bagian dari akhlak dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik,” ujar Dr. Dahlan.
Ia berharap pesan yang disampaikan dalam upacara dapat menjadi pembiasaan bagi santri dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi Pesantren dan Kepolisian
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara Pondok Pesantren Darul Fallaah dan Polsek Bungaya dalam membangun kesadaran hukum serta budaya tertib di kalangan generasi muda.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, santri diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
Upacara bendera Senin pagi itu pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bagian dari pembentukan karakter santri menuju pribadi yang unggul dan mandiri.
#HumasDF
0 Komentar