Hadapi Musibah dengan Keberanian, Santri Darul Fallaah Sampaikan Pesan dalam Kultum

Muh. Afdhal Rahim, santri kelas IX Darul Fallaah, menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Menghadapi Musibah dengan Keberanian”, Rabu (16/9/2026).

BISSOLORO — Menghadapi musibah membutuhkan kesabaran, keberanian, dan keyakinan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Muh. Afdhal Rahim, santri kelas IX Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Magrib, Rabu, 16 September 2026.

Dalam kultumnya yang berjudul “Menghadapi Musibah dengan Keberanian”, Afdhal mengingatkan pentingnya menghadapi setiap ujian kehidupan dengan sikap tenang dan tidak mudah menyerah. Musibah merupakan bagian dari perjalanan hidup yang dapat menjadi sarana bagi seorang muslim untuk belajar tentang kesabaran dan keteguhan hati.

Menurut pesan yang disampaikan dalam kultumnya, keberanian menghadapi musibah bukan berarti tidak memiliki rasa takut atau kesedihan. Keberanian justru ditunjukkan dengan tetap berusaha, bersabar, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Belajar Kuat dari Setiap Ujian

Bagi seorang santri, kemampuan menyampaikan kultum menjadi bagian dari proses pembinaan keberanian berbicara di hadapan orang lain. Melalui kegiatan tersebut, santri tidak hanya belajar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga dilatih untuk menyusun gagasan dan menyampaikannya secara percaya diri.

Afdhal merupakan salah satu santri yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW). Aktivitas tersebut menjadi salah satu ruang bagi dirinya untuk mengembangkan kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan bekerja sama.

Selain aktif dalam kegiatan pesantren, Afdhal juga memiliki prestasi di bidang bela diri. Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Tapak Suci kategori Fighter pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gowa kelas G tingkat remaja.

Prestasi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang turut membentuk mental keberanian dalam dirinya. Nilai keberanian yang diperoleh melalui latihan dan pertandingan juga memiliki relevansi dengan pesan kultum yang disampaikannya tentang bagaimana menghadapi berbagai tantangan dan ujian kehidupan.

Kultum sebagai Ruang Pembinaan Santri

Kegiatan kultum ba’da Magrib merupakan salah satu aktivitas pembinaan yang memberikan ruang kepada santri untuk tampil menyampaikan pesan-pesan keislaman. Secara bergiliran, santri mendapatkan kesempatan untuk berbicara di hadapan lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Santri dibiasakan tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menyampaikannya kepada orang lain.

Melalui kultum, pesantren terus mendorong santri untuk memiliki keberanian, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri. Pengalaman tampil di hadapan jamaah juga menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi berbagai lingkungan sosial dan pendidikan di masa mendatang.

Bagi Afdhal, menyampaikan kultum tentang keberanian menghadapi musibah menjadi kesempatan untuk mengingatkan dirinya sendiri dan sesama santri bahwa setiap ujian perlu dihadapi dengan ikhtiar, doa, kesabaran, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.

Profil Singkat

Nama: Muh. Afdhal Rahim
Kelas: IX
Orang Tua: Ate Damayanti dan Zainal Rahim
Daerah Asal: Makassar
Prestasi: Juara 1 Lomba Tapak Suci kategori Fighter, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gowa Kelas G Remaja
Ekstrakurikuler: Hizbul Wathan (HW)
Judul Kultum: Menghadapi Musibah dengan Keberanian
Waktu: Rabu, 16 September 2026, ba’da Magrib

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar