BISSOLORO — Shalat Dhuha secara berjamaah menjadi salah satu pembiasaan keagamaan yang dijalankan santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada pagi hari di lingkungan pesantren, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, sebagai bagian dari penerapan The Nine Golden Habits.
Shalat Dhuha ditempatkan dalam PAKEM The Nine Golden Habits pada kebiasaan pertama, yakni “Shalat Lima Waktu Tepat Waktu Berjamaah, diiringi Shalat Sunat Rawatib, Shalat Lail dan Shalat Dhuha.” Pembiasaan ini menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membangun budaya ibadah yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari santri.
Dhuha Bukan Sekadar Rutinitas
Pelaksanaan Shalat Dhuha secara berjamaah menjadi ruang pembiasaan bagi santri untuk menyempatkan diri beribadah di sela-sela aktivitas pendidikan. Santri diarahkan untuk membangun keteraturan dalam mengatur waktu antara ibadah, belajar, dan kegiatan kepesantrenan.
Kebiasaan tersebut juga mengajarkan bahwa aktivitas seorang santri tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi berjalan seiring dengan penguatan spiritual dan pembentukan akhlak.
Melalui pelaksanaan yang rutin, santri diharapkan semakin terbiasa menjaga ibadah sunnah sekaligus memiliki kesadaran untuk melaksanakannya secara istiqamah.
Bagian dari The Nine Golden Habits
The Nine Golden Habits merupakan rangkaian pembiasaan yang dirancang untuk membentuk pola kehidupan santri melalui sembilan kebiasaan utama. Shalat Dhuha menjadi bagian dari aspek pertama yang menekankan penguatan ibadah.
Adapun PAKEM The Nine Golden Habits di Darul Fallaah meliputi:
Shalat Lima Waktu Tepat Waktu Berjamaah, diiringi Shalat Sunat Rawatib, Shalat Lail dan Shalat Dhuha.
Tadarus, Tahsin dan Tahfidz Al-Qur'an.
Puasa Senin Kamis.
Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS).
Beradab Islami, meliputi adab pergaulan dan adab berbusana.
Aktif Pengajian/Kajian.
Aktif Membaca.
Aktif Berorganisasi.
Berpikiran Positif.
Kesembilan kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan santri diarahkan pada keseimbangan antara ibadah, Al-Qur’an, akhlak, literasi, organisasi, kepedulian sosial, dan pola pikir positif.
Kebiasaan Dibangun dengan Konsistensi
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa The Nine Golden Habits dirancang sebagai bagian dari pembentukan karakter santri melalui pembiasaan.
Menurutnya, nilai pendidikan akan lebih kuat ketika dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.
“The Nine Golden Habits bukan hanya daftar kegiatan, tetapi pembiasaan yang kita harapkan menjadi karakter santri. Shalat Dhuha, misalnya, harus dibangun melalui konsistensi sehingga santri terbiasa melakukannya bukan hanya karena jadwal pesantren, tetapi karena kesadaran pribadi,” ujar Dr. Dahlan.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ibadah merupakan salah satu fondasi dalam membangun karakter santri.
“Pendidikan di pesantren harus menyentuh ilmu sekaligus akhlak. Karena itu, pembiasaan ibadah, membaca Al-Qur’an, berorganisasi, membaca, hingga berpikiran positif perlu berjalan bersama,” jelasnya.
Membentuk Karakter melalui Rutinitas
Shalat Dhuha menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan karakter diterapkan melalui rutinitas sederhana. Santri belajar mengatur waktu, menjaga ketertiban, mengikuti ibadah berjamaah, dan membangun konsistensi.
Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti selama santri berada di pesantren. Ketika kembali ke keluarga dan masyarakat, nilai-nilai yang telah dibiasakan dapat terus dipraktikkan.
The Nine Golden Habits dengan demikian menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang menghubungkan aktivitas harian dengan pembentukan karakter.
Dari Ibadah Menuju Kebiasaan Positif
Sembilan kebiasaan dalam The Nine Golden Habits saling berkaitan. Pembiasaan salat dan interaksi dengan Al-Qur’an diperkuat dengan pengajian, membaca, berorganisasi, kepedulian sosial melalui ZIS, adab Islami, puasa sunnah, dan berpikiran positif.
Keseluruhan kebiasaan tersebut diarahkan untuk membangun pola kehidupan santri yang teratur dan bernilai.
Shalat Dhuha berjamaah pada Rabu, 16 September 2026, menjadi salah satu praktik nyata penerapan The Nine Golden Habits di Darul Fallaah. Dari rutinitas ibadah yang dilakukan setiap pagi, pesantren berupaya menanamkan konsistensi, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual sebagai bagian dari karakter santri.
0 Komentar