Dari Kompos hingga Transplanter, Siswa SMK Trenkaun Belajar Pertanian di Lapangan

Siswa kelas XII SMK Trenkaun Darul Fallaah Unismuh Makassar mengikuti praktik pertanian dalam program PKL di Polbangtan Gowa, Jumat (18/9/2026). Mereka mempelajari berbagai aktivitas, mulai dari pembuatan kompos, budidaya sayuran, hingga pengamatan hama tanaman.

GOWA — Siswa kelas XII SMK Trenkaun Darul Fallaah Unismuh Makassar memperdalam keterampilan pertanian melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Jumat (18/9/2026).

PKL yang berlangsung sejak 7 September hingga 10 November 2026 ini diikuti empat siswa kelas XII, yakni Fahri, Aso N, Nurpadila, dan Nurpaulida. Selama menjalani praktik, mereka memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas pertanian dengan pendampingan Hesti Nur Hamsa, S.P.

Pembelajaran lapangan mencakup pembuatan pupuk kompos, penanaman kangkung dan bayam batik, pembuatan bedengan, pengendalian hama tanaman terong, pengamatan hama, hingga pengenalan transplanter untuk mendukung proses pemindahan tanaman.

Beragam praktik tersebut memberi kesempatan kepada siswa menghubungkan teori yang diperoleh di sekolah dengan kondisi nyata di lapangan. Selain keterampilan teknis, mereka juga dilatih untuk bekerja disiplin, teliti, bertanggung jawab, serta mampu berkolaborasi.

Belajar Mengolah Bahan Organik Menjadi Kompos

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi siswa adalah praktik pembuatan pupuk kompos. Mereka belajar mengolah bahan organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

“Yang paling berkesan bagi saya adalah pembuatan pupuk kompos. Dari kegiatan tersebut saya belajar bahwa bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman,” ungkap salah seorang siswa.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan proses menanam dan memanen, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya secara efektif dan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan.

Praktik Budidaya hingga Pengamatan Hama

Selain membuat kompos, siswa terlibat langsung dalam penanaman kangkung dan bayam batik. Mereka memulai proses dari persiapan lahan, termasuk pembuatan bedengan, hingga penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Dalam pemeliharaan tanaman terong, siswa juga melakukan pengamatan hama. Dari praktik tersebut, mereka belajar mengenali kondisi tanaman serta memahami pentingnya pengamatan sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Siswa juga mendapatkan pengenalan terhadap transplanter, salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu proses pemindahan tanaman. Pengenalan tersebut menambah wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi yang dapat diterapkan dalam bidang pertanian.

Pendampingan Lapangan Perkuat Pengalaman Praktis

Pendamping lapangan Hesti Nur Hamsa, S.P., mengatakan PKL memberikan ruang kepada siswa untuk memperoleh pengalaman praktik yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran teori.

“Siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung. Melalui kegiatan seperti membuat kompos, menanam, membuat bedengan, dan mengamati hama, siswa dapat memahami proses pertanian secara lebih nyata,” jelas Hesti.

Menurutnya, pengalaman lapangan juga menjadi sarana membangun sikap kerja siswa.

“Kami berharap siswa aktif belajar, tidak ragu bertanya ketika menemukan hal yang belum dipahami, dan memanfaatkan seluruh rangkaian PKL untuk menambah keterampilan serta pengalaman,” tambahnya.

Sekolah Dorong Siswa Siap Menghadapi Dunia Kerja

Kepala SMK Trenkaun Darul Fallaah Unismuh Makassar, Ismail, S.Ip., menyampaikan bahwa PKL merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan kompetensi dalam lingkungan kerja nyata.

“PKL memberikan ruang kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah melalui pengalaman langsung. Mereka belajar bagaimana bekerja, mengikuti prosedur, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab,” ujar Ismail.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap siswa tidak hanya membawa pulang pengalaman teknis, tetapi juga karakter kerja seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.

Darul Fallaah Perkuat Kompetensi dan Kemandirian

Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menilai pembelajaran langsung di lapangan memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi sekaligus karakter santri.

“PKL menjadi salah satu ruang bagi santri untuk mengembangkan kompetensi sekaligus karakter. Mereka belajar bagaimana menerapkan ilmu, beradaptasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar siswa memanfaatkan PKL sebagai kesempatan untuk memperluas pengalaman dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Jaga disiplin, tanggung jawab, akhlak, dan nama baik Darul Fallaah. Setiap pengalaman yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk membangun kemandirian di masa depan,” pesannya.

Mengasah Kompetensi, Menambah Pengalaman

PKL di Polbangtan Gowa memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi siswa SMK Trenkaun. Keterlibatan langsung dalam pembuatan kompos, budidaya sayuran, persiapan lahan, pengamatan hama, hingga pengenalan teknologi pertanian membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual.

Program yang berlangsung hingga 10 November 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa sebelum menyelesaikan pendidikan.

Dengan mengusung semangat “Mengasah Kompetensi, Menambah Pengalaman, Mempersiapkan Masa Depan”, PKL diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis sekaligus membangun disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi siswa.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar