Apel Pagi Darul Fallaah Tekankan Rajin Belajar dan Hidup Hemat

Wadir II Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Ustadz H. Samsuddin, S.Pd., memimpin apel pagi dan menyampaikan amanat tentang pentingnya rajin belajar serta tidak boros kepada santri, Kamis (17/9/2026).

BISSOLORO — Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, mengikuti apel pagi pada Kamis, 17 September 2026. Apel dipimpin oleh Wakil Direktur (Wadir) II, Ustadz H. Samsuddin, S.Pd., dengan amanat yang menekankan pentingnya rajin belajar dan tidak boros.

Dalam amanatnya, Ustadz H. Samsuddin mengingatkan santri bahwa kehidupan di pesantren merupakan kesempatan untuk membangun kebiasaan positif. Dua hal yang menjadi perhatian adalah kesungguhan dalam belajar serta kemampuan mengelola kebutuhan secara bijak.

Rajin Belajar untuk Menyiapkan Masa Depan

Ustadz H. Samsuddin mendorong santri agar menjadikan belajar sebagai bagian utama dari kehidupan sehari-hari. Kesungguhan dalam menuntut ilmu membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki kemampuan.

Santri diingatkan agar tidak mudah merasa cukup dengan apa yang telah diketahui. Setiap proses pembelajaran perlu dijalani dengan serius, baik melalui pembelajaran di kelas maupun berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan di pesantren.

Kebiasaan rajin belajar diharapkan dapat membantu santri mengembangkan potensi akademik sekaligus membentuk sikap bertanggung jawab terhadap masa depan.

Belajar Mengelola Keuangan Sejak di Pesantren

Selain belajar, santri juga diingatkan mengenai pentingnya tidak boros. Kehidupan di pesantren menjadi ruang untuk belajar mengelola kebutuhan secara sederhana dan bertanggung jawab.

Uang yang dimiliki perlu digunakan berdasarkan kebutuhan, bukan semata-mata keinginan. Santri didorong untuk membedakan antara sesuatu yang benar-benar diperlukan dan sesuatu yang hanya bersifat keinginan sesaat.

Sikap hemat bukan berarti mengabaikan kebutuhan, melainkan belajar menggunakan sesuatu secara tepat dan tidak berlebihan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi santri dalam mengelola kehidupan mereka secara mandiri di masa mendatang.

Apel sebagai Ruang Pembinaan Karakter

Apel pagi di Darul Fallaah tidak hanya menjadi kegiatan untuk membangun kedisiplinan dan ketertiban, tetapi juga menjadi ruang penyampaian pesan-pesan pembinaan kepada santri.

Melalui amanat yang diberikan secara berkala, santri mendapatkan penguatan mengenai berbagai aspek kehidupan, mulai dari kedisiplinan, pendidikan, tanggung jawab, hingga pengelolaan diri.

Pesan rajin belajar dan tidak boros menjadi dua kebiasaan sederhana yang memiliki kaitan dengan pembentukan karakter santri. Rajin belajar membangun kesungguhan dalam menuntut ilmu, sedangkan hidup hemat melatih tanggung jawab dalam mengelola kebutuhan.

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, pesan-pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai amanat apel, tetapi dapat diterapkan santri dalam kehidupan sehari-hari.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar