65 Peserta Berebut Enam Posisi, Nurhikmah Ramadhan Bawa Nama Darul Fallaah di MHQ KSMN II


Santri MA Darul Fallaah Unismuh Makassar, Nurhikmah Ramadhan, mengikuti cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat MA pada KSMN II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Senin (21/9/2026).

MALANG — Santri Madrasah Aliyah (MA) Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Nurhikmah Ramadhan, tampil dalam cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Senin (21/9/2026).

Nurhikmah menjadi salah satu peserta pada kategori MHQ tingkat MA yang diikuti sekitar 65 santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah. Dari seluruh peserta tersebut, nantinya hanya enam peserta yang akan ditetapkan sebagai penerima juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.

Persaingan tersebut membuat setiap peserta dituntut menampilkan kemampuan hafalan Al-Qur’an secara maksimal. Bagi Nurhikmah, kesempatan tampil dalam ajang nasional ini menjadi pengalaman penting karena mempertemukannya dengan para penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah.

Fokus Maksimal pada Lomba

Menjelang tampil, Nurhikmah mengaku berusaha menjaga fokus dan memberikan kemampuan terbaiknya.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan fokus pada lomba yang akan saya ikuti,” ucap Nurhikmah Ramadhan, santri kelas XI MA Darul Fallaah Unismuh Makassar.

Bagi Nurhikmah, mengikuti MHQ tingkat nasional bukan sekadar mengejar hasil perlombaan. Ia juga ingin menjadikan kesempatan tersebut sebagai pengalaman untuk mengukur kemampuan hafalannya ketika berhadapan dengan peserta dari pesantren lain.

KSMN II sendiri mempertemukan santri Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung 21–24 September 2026. MHQ menjadi salah satu cabang lomba individu dalam agenda nasional tersebut.

Pendamping: Ikhtiar dan Pengalaman Nasional

Pendamping Nurhikmah, Uly Eka Saputri, melihat keikutsertaan dalam MHQ KSMN II sebagai momentum penting bagi santri untuk mendapatkan pengalaman di tingkat nasional.

Menurutnya, para peserta tidak hanya membawa target untuk memperoleh prestasi, tetapi juga perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat kemampuan peserta dari berbagai daerah.

Uly menekankan pentingnya ikhtiar, fokus, dan keberanian selama mengikuti perlombaan.

Bagi Nurhikmah, pengalaman tampil dalam kompetisi nasional ini menjadi langkah pertamanya berhadapan langsung dengan peserta dari berbagai pesantren di Indonesia.

Karena itu, apa pun hasil yang diperoleh nantinya, pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan belajarnya.

Menunggu Hasil Enam Terbaik

Setelah seluruh peserta mengikuti proses lomba dan seleksi, panitia akan menentukan enam peserta terbaik yang masuk dalam jajaran juara, yakni juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.

Darul Fallaah berharap nama Nurhikmah dapat menjadi salah satu dari enam peserta yang terpilih.

Namun, lebih dari sekadar hasil akhir, keikutsertaan Nurhikmah menjadi bagian dari pengalaman Darul Fallaah membawa santri tampil dalam kompetisi nasional.

Ia kini menunggu hasil seleksi dengan tetap menjaga semangat dan menjadikan pengalaman selama mengikuti MHQ sebagai bekal untuk terus memperkuat hafalan Al-Qur’an.

Bagi santri Darul Fallaah, berada di tengah puluhan peserta dari berbagai pesantren merupakan pengalaman yang tidak setiap hari diperoleh. Dari arena MHQ KSMN II, Nurhikmah tidak hanya membawa nama pesantren, tetapi juga membawa semangat untuk terus belajar, berlatih, dan berkembang.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar