GOWA — SMP Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kabupaten Gowa, melaksanakan visitasi akreditasi pada Jumat–Sabtu (9–10 Oktober 2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, tata kelola pendidikan, dan pelayanan kepada peserta didik.
Visitasi akreditasi meliputi pemeriksaan dokumen serta peninjauan sarana dan prasarana sekolah. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kesesuaian antara administrasi, pengelolaan sekolah, dan pelaksanaan kegiatan pendidikan sehari-hari.
Kepala SMP Darul Fallaah, Supriadi, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa persiapan administrasi sekolah telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, kesiapan sarana dan prasarana mencapai sekitar 85 persen.
“Alhamdulillah, dari segi administrasi 90 persen sudah rampung. Sarana dan prasarana juga Alhamdulillah sudah 85 persen aman. Semua fasilitas pendukung akreditasi sudah dipetakan,” ujar Supriadi.
Meski sebagian besar persiapan telah dilakukan, ia mengakui masih terdapat kendala dalam menentukan penempatan fasilitas Bimbingan dan Konseling (BK) serta kebutuhan kegiatan ekstrakurikuler karena keterbatasan ruangan.
Supriadi berharap seluruh rangkaian visitasi berlangsung lancar dan memberikan hasil terbaik bagi sekolah. Pihaknya menargetkan predikat akreditasi A sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan.
“Harapan saya selaku kepala sekolah, semoga semua berjalan dengan lancar. Tim asesor datang dengan gembira, pulang dengan kebahagiaan. Untuk target, kami menargetkan nilai A. Semoga bisa tercapai,” tuturnya.
Direktur Pesantren Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
Direktur Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menekankan bahwa visitasi akreditasi perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Visitasi akreditasi ini menjadi momentum penting bagi SMP Darul Fallaah untuk mengevaluasi dan meningkatkan mutu pendidikan. Kami berharap proses ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akreditasi, tetapi juga mendorong perbaikan tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan pembinaan karakter peserta didik. Bagi kami, sekolah yang unggul adalah sekolah yang terus berbenah dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya membangun sekolah yang unggul perlu ditopang oleh komitmen untuk terus melakukan pembenahan. Hasil akreditasi diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi sekolah untuk mengembangkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Asesor Soroti Kesesuaian Dokumen dan Praktik Pendidikan
Dalam pelaksanaan visitasi, tim asesor yang bertugas adalah Abd Rahman, S.Pd., M.Pd., dan Suhardiman, S.Pd., M.Pd. Proses penilaian menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana sekolah menjalankan perencanaan, pembelajaran, pengelolaan, serta evaluasi mutu pendidikan.
Abd Rahman, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa penilaian akreditasi tidak cukup hanya bertumpu pada kelengkapan dokumen. Hal yang tidak kalah penting ialah kesesuaian antara dokumen yang disiapkan dengan praktik pendidikan yang benar-benar dilaksanakan.
“Dalam proses akreditasi, kelengkapan dokumen memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesesuaian antara dokumen dan praktik pendidikan yang benar-benar dilaksanakan di sekolah. Karena itu, visitasi menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan evaluasi mutu dijalankan secara nyata. Harapannya, proses ini dapat membantu sekolah mengenali kekuatan sekaligus aspek yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Suhardiman, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya menjadikan akreditasi sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Akreditasi sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan mutu yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh predikat tertentu. Sekolah perlu memastikan bahwa setiap upaya pembenahan berdampak pada kualitas pembelajaran dan layanan kepada peserta didik. Kami berharap hasil dari proses ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi SMP Darul Fallaah untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikannya,” tuturnya.
Akreditasi sebagai Momentum Pembenahan Sekolah
Bagi SMP Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, visitasi akreditasi bukan semata-mata proses penilaian untuk memperoleh predikat tertentu. Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi untuk mengenali keunggulan, mengidentifikasi kekurangan, dan menentukan langkah perbaikan ke depan.
Dengan persiapan administrasi yang mencapai sekitar 90 persen dan sarana-prasarana sekitar 85 persen, sekolah berupaya menjalani seluruh tahapan visitasi secara optimal. Target akreditasi A menjadi harapan yang ingin dicapai sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
Melalui proses ini, SMP Darul Fallaah meneguhkan komitmen membangun sekolah yang unggul, baik dalam tata kelola, pelaksanaan pembelajaran, maupun pembinaan karakter peserta didik.
#HumasDF

0 Komentar