![]() |
| SMP Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menjalani visitasi akreditasi selama dua hari, Jumat–Sabtu (9–10 Oktober 2026). |
GOWA — SMP Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menjalani visitasi akreditasi selama dua hari, Jumat–Sabtu (9–10 Oktober 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kesesuaian dokumen, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan sekolah, hingga layanan kepada peserta didik.
Visitasi tersebut menghadirkan tim asesor Abd Rahman, S.Pd., M.Pd., dan Suhardiman, S.Pd., M.Pd. Proses ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menunjukkan praktik pendidikan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu dibenahi.
Kepala SMP Darul Fallaah, Supriadi, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa salah satu perhatian penting dalam proses akreditasi adalah perbaikan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Menurutnya, kurikulum sekolah perlu disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, termasuk memperjelas identitas sekolah sebagai amal usaha Muhammadiyah.
Visi dan misi sekolah, kata dia, semestinya tidak hanya memuat tujuan pendidikan secara umum, tetapi juga menggambarkan ciri, nilai, dan karakter Muhammadiyah yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan.
Aspek lain yang menjadi perhatian ialah pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan layanan kepada peserta didik. Dalam evaluasi tersebut, sekolah menemukan bahwa sejumlah kegiatan penting yang telah dilaksanakan belum seluruhnya didukung dokumentasi yang memadai.
“Banyak kegiatan penting yang dilakukan sekolah, tetapi tidak terdokumentasi. Akibatnya, kegiatan itu dianggap hanya sebatas narasi karena tidak ada bukti pendukungnya,” jelas Supriadi.
Dokumentasi Menjadi Catatan Penting
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program sekolah perlu diikuti dengan pencatatan dan pengarsipan yang tertib. Kegiatan yang telah berjalan perlu memiliki bukti pendukung agar proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya dapat ditelusuri dengan jelas.
Bagi sekolah, dokumentasi bukan semata-mata kebutuhan administratif ketika menghadapi akreditasi. Dokumen juga menjadi rekam jejak pelaksanaan program yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan dan menentukan perbaikan berikutnya.
Karena itu, kelengkapan dokumen kegiatan yang telah terlaksana menjadi salah satu pekerjaan rumah SMP Darul Fallaah. Pembenahan ini perlu dilakukan secara sistematis agar kegiatan sekolah tidak hanya terlaksana, tetapi juga tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menyiapkan Penjaminan Mutu Sejak Dini
Dari hasil evaluasi tersebut, Supriadi menyampaikan tiga langkah yang perlu menjadi perhatian sekolah. Pertama, memperbaiki KSP agar relevan dengan kondisi sekolah dan mencerminkan karakter pendidikan Muhammadiyah. Kedua, melengkapi dokumen pendukung atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Ketiga, membentuk tim penjaminan mutu yang bekerja secara berkelanjutan.
Menurutnya, persiapan akreditasi berikutnya tidak seharusnya dimulai ketika jadwal visitasi sudah dekat. Pengumpulan dan penataan dokumen perlu dilakukan sejak jauh hari melalui pembagian tugas yang jelas dan sistem kerja yang konsisten.
Ia menilai, tim penjaminan mutu idealnya mulai bekerja setidaknya tiga tahun sebelum akreditasi berikutnya. Jika memungkinkan, persiapan dapat dilakukan lima tahun sebelumnya agar seluruh dokumen kegiatan tersimpan dengan baik dan mudah ditemukan saat diperlukan.
Dengan cara tersebut, sekolah tidak lagi harus terburu-buru mencari bukti administrasi menjelang akreditasi. Sebaliknya, proses penjaminan mutu menjadi bagian dari rutinitas pengelolaan sekolah.
Evaluasi untuk Perbaikan Berkelanjutan
Dua hari visitasi memberikan ruang bagi SMP Darul Fallaah untuk meninjau kembali kesesuaian antara program yang direncanakan, kegiatan yang dilaksanakan, dan dokumen yang tersedia. Evaluasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja yang terencana dan berkelanjutan.
Bagi SMP Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, tindak lanjut setelah visitasi menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pembenahan kurikulum, penguatan dokumentasi, dan penataan sistem penjaminan mutu diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan kepada peserta didik.
#HumasDF

0 Komentar