BISSOLORO — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menetapkan susunan pimpinan periode 2026–2030 melalui rangkaian pemilihan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sejumlah formasi ditetapkan melalui mekanisme aklamasi, sedangkan pemilihan di tingkat Madrasah Aliyah (MA) melibatkan dua calon untuk masing-masing jabatan. Hasilnya, Muhammad Asbar, S.Pd., terpilih sebagai Kepala MA dan Nurzaidah, S.Pd., sebagai Wakil Kepala MA.
Penetapan pimpinan ini mencakup unsur Badan Pembina Pesantren (BPP), direktur dan wakil direktur, serta pimpinan satuan pendidikan SMP, SMK, dan MA. Susunan tersebut menjadi formasi kepemimpinan yang akan menjalankan tanggung jawab kelembagaan selama empat tahun ke depan.
Berbeda dengan formasi lainnya yang ditetapkan melalui aklamasi, pengisian jabatan Kepala MA dan Wakil Kepala MA dilakukan melalui pemilihan. Mekanisme ini menjadi bagian dari proses penetapan pimpinan di lingkungan Darul Fallaah, sesuai dengan tahapan pemilihan yang telah dilaksanakan.
Susunan Badan Pengurus dan Pengelola Pesantren
Dalam susunan Badan Pembina Pesantren, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., ditetapkan sebagai Ketua BPP. Posisi Sekretaris BPP diisi Kiai Amiruddin, S.Pd.I., sedangkan H. Samsuddin, S.Pd., ditetapkan sebagai Bendahara BPP.
Pada tingkat pengelolaan pesantren, Supriadi, S.Pd.I., M.Pd.I., ditetapkan sebagai Direktur. Ia didampingi Derman, S.Pd., M.Pd., sebagai Wakil Direktur I; Alimuddin, S.E., sebagai Wakil Direktur II; dan Supriadi, S.Pd., sebagai Wakil Direktur III.
Susunan tersebut menempatkan unsur pengurus dan pengelola dalam struktur yang memiliki tanggung jawab berbeda. BPP menjalankan fungsi kepengurusan sesuai kewenangannya, sementara direktur dan para wakil direktur mengoordinasikan pelaksanaan pengelolaan serta program pesantren.
SMP dan SMK Ditetapkan melalui Aklamasi
Pada satuan pendidikan SMP, Sayani, S.Pd., M.M., ditetapkan sebagai Kepala SMP, dengan Subaedah, S.Pd., M.Pd., sebagai Wakil Kepala SMP.
Sementara itu, Ismail, S.P., ditetapkan sebagai Kepala SMK dan Hesti Nurhamzah, S.P., M.P., sebagai Wakil Kepala SMK.
Kedua satuan pendidikan tersebut termasuk dalam formasi yang ditetapkan melalui aklamasi. Para pimpinan yang terpilih akan menjalankan tanggung jawab pengelolaan sekolah, koordinasi tenaga pendidik, pembinaan peserta didik, serta pelaksanaan program pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Penetapan pimpinan pada tingkat SMP dan SMK menjadi bagian dari pembentukan struktur kepemimpinan Darul Fallaah secara menyeluruh, dari tingkat pengurus pesantren hingga unit pendidikan.
Muhammad Asbar dan Nurzaidah Terpilih di Tingkat MA
Pemilihan di tingkat Madrasah Aliyah menjadi bagian yang berbeda dalam rangkaian penetapan pimpinan periode 2026–2030. Pada tingkat ini, terdapat dua calon untuk masing-masing jabatan yang diperebutkan.
Berdasarkan hasil akhir yang disampaikan, Muhammad Asbar, S.Pd., terpilih sebagai Kepala MA, sedangkan Nurzaidah, S.Pd., terpilih sebagai Wakil Kepala MA.
Hasil tersebut menetapkan keduanya untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan di tingkat MA. Dalam pelaksanaannya, kepala dan wakil kepala madrasah memiliki peran dalam mengoordinasikan kegiatan pendidikan, mendukung pembinaan peserta didik, serta memastikan program madrasah berjalan sesuai arah kebijakan lembaga.
Mekanisme pemilihan di tingkat MA memperlihatkan bahwa tidak semua formasi ditetapkan dengan cara yang sama. Sejumlah jabatan diselesaikan melalui aklamasi, sementara dua jabatan di MA ditentukan melalui pemilihan yang melibatkan dua calon pada setiap posisi.
Menjalankan Amanah Periode 2026–2030
Penetapan susunan pimpinan merupakan tahap awal dari tanggung jawab kelembagaan yang akan dijalankan selama periode 2026–2030. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil penetapan tersebut ke dalam program kerja, koordinasi antarsatuan pendidikan, serta peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan santri.
Bagi Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, keberlanjutan kepemimpinan berkaitan dengan upaya menjaga arah pengembangan pesantren. Penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter santri, dan pengembangan kemandirian lembaga merupakan sejumlah bidang yang relevan dalam perjalanan pesantren ke depan.
Dengan terbentuknya susunan pimpinan baru, setiap unsur diharapkan dapat menjalankan tanggung jawab sesuai tugas dan kewenangannya. Hasil pemilihan dan penetapan melalui aklamasi tersebut menjadi dasar bagi pelaksanaan kepemimpinan Darul Fallaah selama empat tahun mendatang.
#HumasDF

0 Komentar