Sela KSMN II, Kepala SMK Trenkaun Kunjungi Kebun Apel Kota Batu, Buka Wawasan Agribisnis Santri

Kepala SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro, Ismail, S.P., saat berkunjung ke kawasan perkebunan petik apel Agro Apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, di sela rangkaian KSMN II.

BATU — Di sela rangkaian kegiatan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Malang, Kepala SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro, Ismail, S.P., melakukan kunjungan ke kawasan perkebunan petik apel Agro Apel Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai potensi pertanian dan pengelolaan agrowisata, khususnya budidaya apel yang menjadi salah satu aktivitas pertanian masyarakat di kawasan Bumiaji, Kota Batu. Desa Tulungrejo sendiri dikenal sebagai wilayah yang berkembang dengan sektor pertanian buah apel sekaligus wisata agro.

Lokasi kebun yang dikunjungi berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, sementara kantor atau titik layanan Agro Apel berada di Rest Area Sidomulyo.

Kebun tersebut dikelola oleh kelompok tani apel, dengan Yayuk Murniwati sebagai bagian marketing Agro Apel.

Melihat Potensi Agribisnis dari Dekat

Dalam kunjungan tersebut, Ismail melihat secara langsung lingkungan perkebunan apel dan aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan kebun serta wisata petik apel.

Kunjungan ini menjadi menarik bagi SMK Trenkaun karena pendidikan di lingkungan Darul Fallaah juga diarahkan pada penguatan keterampilan dan kemandirian santri. Pengalaman melihat langsung pengelolaan komoditas pertanian dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis potensi lokal.

Kawasan Tulungrejo merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktivitas pertanian apel sekaligus pengembangan wisata agro. Sumber pariwisata Kota Batu mencatat kawasan petik apel Tulungrejo sebagai salah satu destinasi wisata berbasis perkebunan apel.

Dengan melihat praktik di lapangan, kunjungan tersebut membuka ruang untuk memahami bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga dapat dikembangkan melalui edukasi, pemasaran, wisata, dan pengelolaan kelompok tani.

Belajar dari Kelompok Tani

Keberadaan kelompok tani sebagai pengelola kebun menjadi salah satu hal yang menarik dalam kunjungan tersebut. Model pengelolaan berbasis kelompok menunjukkan bagaimana potensi pertanian masyarakat dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi sekaligus wisata.

Bagi SMK Trenkaun, pengalaman seperti ini dapat menjadi bahan pembelajaran kontekstual bagi pengembangan kompetensi siswa. Pengetahuan mengenai budidaya, pengelolaan hasil pertanian, hingga pemasaran menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem agribisnis.

Kunjungan tersebut sekaligus mempertemukan dunia pendidikan pesantren dengan pengalaman pengelolaan pertanian masyarakat di daerah lain.

Sela KSMN, Tetap Membuka Ruang Belajar

KSMN II tidak hanya menjadi momentum bagi santri untuk mengikuti perlombaan. Kehadiran pimpinan dan pendamping Darul Fallaah di Malang juga membuka kesempatan untuk melihat berbagai potensi yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan di pesantren.

Bagi SMK Trenkaun, kunjungan ke Agro Apel Kota Batu menjadi pengalaman yang memperkaya perspektif tentang bagaimana potensi pertanian dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Dari Bissoloro ke Kota Batu, pengalaman tersebut mempertemukan dua lingkungan dengan karakter pertanian yang berbeda, tetapi memiliki satu titik temu: bagaimana potensi alam dapat dikelola menjadi sumber pembelajaran dan peluang kemandirian ekonomi.

Kunjungan Ismail di sela KSMN II pun menjadi bagian dari perjalanan Darul Fallaah untuk terus memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mencari inspirasi pengembangan pendidikan yang dekat dengan potensi kehidupan masyarakat.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar