BISSOLORO — Pesan tentang keikhlasan dalam berbuat baik menjadi tema yang disampaikan Ananda Jubaedah, santri kelas XI Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, dalam kultum ba’da Subuh, Rabu, 9 September 2026. Mengangkat tema “Cukuplah Engkau dan Allah yang Tahu Kebaikanmu”, Jubaedah mengajak para santri untuk membiasakan diri berbuat baik tanpa menjadikan pujian dan pengakuan manusia sebagai tujuan.
Dalam kultumnya, Jubaedah menyampaikan bahwa setiap kebaikan tidak selalu harus diketahui atau dilihat oleh orang lain. Ada kalanya sebuah amal justru lebih bernilai ketika dilakukan dengan ikhlas, tanpa keinginan untuk mendapatkan perhatian, pujian, maupun pengakuan.
Pesan tersebut mengajak santri untuk menata kembali niat dalam setiap aktivitas. Belajar, membantu teman, menjalankan tugas, beribadah, maupun melakukan kegiatan sosial hendaknya dilakukan karena kesadaran untuk berbuat baik dan mencari rida Allah SWT.
Tak Semua Kebaikan Harus Diceritakan
Jubaedah mengingatkan bahwa keinginan untuk menceritakan kebaikan yang telah dilakukan dapat mengurangi ketulusan apabila dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pujian.
Karena itu, santri diajak untuk membiasakan diri melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang melihat. Sikap tersebut menjadi salah satu bentuk latihan keikhlasan sekaligus cara menjaga hati dari keinginan untuk mendapatkan pengakuan.
Dalam kehidupan pesantren, nilai ini dapat diterapkan melalui berbagai aktivitas sederhana. Membantu teman yang kesulitan, membersihkan lingkungan tanpa menunggu perintah, berbagi dengan sesama, maupun menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan bentuk kebaikan yang tidak harus selalu diketahui orang lain.
Cukuplah Allah yang mengetahui setiap kebaikan yang dilakukan, menjadi pesan reflektif yang disampaikan Jubaedah kepada teman-temannya.
Keikhlasan dalam Kehidupan Santri
Keikhlasan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Kehidupan di pesantren memberikan banyak kesempatan untuk berbuat baik, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar mengendalikan keinginan mendapatkan penghargaan dari orang lain.
Santri tidak hanya dibentuk agar mampu melakukan kebaikan, tetapi juga belajar memperbaiki niat di balik kebaikan tersebut.
Dengan demikian, nilai yang dibangun bukan sekadar “apa yang dilakukan”, tetapi juga “untuk siapa kebaikan itu dilakukan.”
Santri Asal Pannyambeang yang Pernah Berprestasi
Jubaedah merupakan santri kelas XI yang berasal dari Pannyambeang. Ia merupakan putri dari Sulama Dg. Nawang dan Ayu, yang berprofesi sebagai petani.
Selama berada di Darul Fallaah, Jubaedah aktif dalam kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW).
Pengalamannya dalam kegiatan kepesantrenan juga dilengkapi dengan prestasi akademik. Pada tahun 2022, Jubaedah berhasil meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat di Darul Fallaah.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya sekaligus menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan potensi akademik.
Kultum sebagai Ruang Refleksi
Kegiatan kultum ba’da Subuh menjadi salah satu sarana pembinaan santri Darul Fallaah. Selain melatih keberanian berbicara di depan jamaah, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada santri untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Jubaedah, menyampaikan tema tentang keikhlasan menjadi ruang untuk mengajak dirinya sendiri dan teman-temannya melakukan introspeksi terhadap niat dalam berbuat baik.
Kultum tersebut juga mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui tema-tema besar. Pesan sederhana tentang menjaga niat dan tidak mencari pengakuan dapat menjadi pengingat penting dalam kehidupan santri.
Berbuat Baik Tanpa Menunggu Pujian
Pesan Jubaedah pada pagi itu menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak membutuhkan panggung untuk menjadi berarti.
Seorang santri dapat terus berbuat baik meskipun tidak mendapatkan pujian. Sebab, nilai sebuah amal tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak orang yang mengetahuinya, tetapi juga oleh keikhlasan dalam melakukannya.
Dari mimbar ba’da Subuh di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Jubaedah mengajak santri untuk terus berbuat baik, menjaga niat, dan tidak menjadikan pengakuan manusia sebagai tujuan.
0 Komentar