Kepala SMK Trenkaun Dorong Siswa Maksimalkan PKL di Polbangtan Gowa

Kepala SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro, Ismail, S.P., saat memberikan arahan kepada siswa kelas XII yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Ismail mendorong peserta PKL untuk memanfaatkan kegiatan sebagai ruang mengembangkan keterampilan, pengalaman kerja, kedisiplinan, dan karakter sebelum memasuki dunia kerja.

BISSOLORO — Kepala SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro, Ismail, S.P., mendorong empat santri kelas XII yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengembangkan keterampilan, pengalaman, dan karakter kerja.

PKL yang berlangsung 7 September hingga 10 November 2026 diikuti oleh Fahri, Aso N, Nurpadila, dan Nurpaulida. Bagi SMK Trenkaun, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran vokasi yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja.

Ismail: PKL Harus Menjadi Pengalaman Nyata

Ismail, S.IP., mengatakan bahwa PKL bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran, tetapi merupakan kesempatan bagi siswa untuk melihat dan merasakan secara langsung bagaimana ilmu dan keterampilan diterapkan di lapangan.

“PKL ini kami harapkan tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas. Anak-anak harus memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin, mengembangkan keterampilan, mengenal lingkungan kerja, dan mendapatkan pengalaman yang tidak semuanya bisa diperoleh di ruang kelas,” ujar Ismail.

Menurutnya, pengalaman berada di lingkungan profesional akan membantu siswa memahami pentingnya kedisiplinan, ketepatan waktu, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Di tempat PKL, mereka akan bertemu dengan suasana dan tantangan yang berbeda. Di situlah mereka belajar beradaptasi, menerima arahan, menyelesaikan tugas, dan membangun sikap profesional,” jelasnya.

Tidak Hanya Keterampilan, tetapi Juga Karakter

Ismail menegaskan bahwa pendidikan SMK tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis. Karakter dan etos kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan siswa menghadapi masa depan.

Karena itu, selama menjalani PKL, para siswa diminta menjaga sikap dan nama baik almamater.

“Keterampilan itu penting, tetapi karakter juga sangat menentukan. Kami berpesan kepada siswa agar menjaga sopan santun, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan menghormati semua pihak di tempat mereka belajar,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keempat siswa tersebut membawa nama SMK Trenkaun Unismuh Makassar dan Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro.

“Mereka bukan hanya membawa nama pribadi. Mereka membawa nama sekolah dan pesantren. Karena itu, tunjukkan bahwa santri kita mampu bekerja dengan baik, berkomunikasi dengan sopan, dan memiliki akhlak yang baik,” tutur Ismail.

Kesempatan Menyiapkan Diri Setelah Lulus

Sebagai siswa kelas XII, pengalaman PKL menjadi semakin strategis karena mereka berada pada tahap akhir pendidikan menengah kejuruan.

Ismail berharap pengalaman di Polbangtan Gowa dapat membantu siswa menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan, baik memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan keterampilan secara mandiri.

“Setelah lulus nanti, mereka akan menghadapi pilihan dan tantangan yang lebih luas. Karena itu, pengalaman PKL ini harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri. Apa yang mereka pelajari selama dua bulan lebih diharapkan menjadi bekal untuk menentukan langkah berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga mendorong siswa agar tidak pasif selama berada di lokasi PKL.

“Jangan hanya menunggu diberikan tugas. Kalau ada sesuatu yang belum dipahami, bertanya. Kalau ada keterampilan baru, pelajari. Bangun komunikasi yang baik dengan pembimbing dan manfaatkan setiap kesempatan untuk menambah pengalaman,” tambahnya.

Empat Siswa Membawa Misi Sekolah

Empat siswa yang mengikuti PKL di Polbangtan Gowa diharapkan mampu menunjukkan hasil pembelajaran selama berada di SMK Trenkaun sekaligus memperoleh pengetahuan baru dari lingkungan praktik.

Menurut Ismail, keberhasilan PKL tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan tugas, tetapi juga dari perubahan sikap dan kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Kami ingin mereka pulang dari PKL bukan hanya membawa sertifikat atau laporan, tetapi membawa pengalaman, keterampilan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri yang lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan melalui kerja sama yang baik antara sekolah dan dunia kerja maupun lembaga mitra pendidikan.

“Semoga PKL ini menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan memberikan yang terbaik,” pungkas Ismail.

Dengan demikian, SMK Trenkaun Unismuh Makassar menempatkan PKL sebagai bagian dari proses membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi kejuruan, tetapi juga siap bekerja, mampu beradaptasi, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik.

Posting Komentar

0 Komentar