Rahmatullah Ingatkan Santri tentang Bahaya Minuman Keras


Rahmatullah, santri kelas IX Darul Fallaah, menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Bahaya Minuman Keras”, Jumat (25/9/2026).

BISSOLORO — Santri kelas IX Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rahmatullah, menyampaikan kultum ba’da Magrib pada Jumat (25/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema “Bahaya Minuman Keras”.

Melalui kultumnya, Rahmatullah mengajak para santri untuk memahami dampak buruk minuman keras atau minuman beralkohol serta menjauhi perilaku yang dapat merusak kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial.

Kementerian Kesehatan menyebut konsumsi alkohol dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kerusakan hati, gangguan neurologis, gangguan kardiovaskular, serta ketergantungan alkohol.

Menjaga Diri dari Perilaku Berisiko

Pesan tentang bahaya minuman keras menjadi relevan bagi kalangan remaja. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter. Kementerian Kesehatan menempatkan pencegahan perilaku berisiko sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan remaja.

Karena itu, santri diajak untuk mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif, memperkuat ibadah, belajar, menjaga pergaulan, serta aktif dalam kegiatan pembinaan di pesantren.

Dalam konteks kehidupan santri, menjauhi minuman keras juga menjadi bagian dari upaya menjaga diri dan mempertahankan lingkungan pergaulan yang sehat. Pilihan untuk menjauhi perilaku berisiko sejak dini dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga masa depan.

Rahmatullah dan Aktivitas Santri

Rahmatullah merupakan santri kelas IX Darul Fallaah. Ia merupakan putra dari Abd. Haris Dg. Sialle dan Suriani Dg. Lebang, yang berprofesi sebagai petani. Ia berasal dari Bontorappo.

Dalam bidang prestasi, Rahmatullah pernah meraih Juara 3 Lomba Adzan 17 Agustus.

Ia juga aktif mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci dan Hizbul Wathan (HW). Kedua kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Rahmatullah untuk mengembangkan kedisiplinan, keberanian, keterampilan, dan karakter melalui aktivitas di luar pembelajaran kelas.

Kultum sebagai Latihan Dakwah Santri

Kultum ba’da Magrib menjadi salah satu ruang pembinaan bagi santri Darul Fallaah untuk belajar menyampaikan pesan keislaman di hadapan teman-temannya.

Melalui kesempatan tersebut, santri tidak hanya belajar memahami suatu tema, tetapi juga berlatih menyampaikan gagasan secara terarah dan bertanggung jawab.

Kultum Rahmatullah dengan tema “Bahaya Minuman Keras” menjadi pengingat agar santri menggunakan masa muda untuk kegiatan yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun masa depan.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar