Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mengikuti Halaqah Al-Qur’an ba’da Shalat Subuh, Ahad (27/9/2026). |
BISSOLORO — Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mengikuti Halaqah Al-Qur’an ba’da Shalat Subuh pada Ahad (27/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rutinitas pembinaan keagamaan santri yang menempatkan Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas keseharian di lingkungan pesantren.
Halaqah Al-Qur’an memberikan ruang bagi santri untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui kegiatan membaca, menyimak, memperbaiki bacaan, serta penguatan hafalan sesuai dengan pembinaan yang diterapkan di pesantren.
Membuka Hari Bersama Al-Qur’an
Pelaksanaan halaqah setelah Shalat Subuh menjadi salah satu momentum untuk mengawali aktivitas harian santri dengan kegiatan yang bernuansa Qur’ani.
Suasana pagi setelah Subuh dimanfaatkan santri untuk melanjutkan interaksi dengan Al-Qur’an sebelum memasuki rangkaian kegiatan berikutnya.
Praktik halaqah setelah Subuh juga lazim diterapkan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari pembinaan Al-Qur’an. Sejumlah pesantren Muhammadiyah menempatkan halaqah atau tahfidz setelah Subuh sebagai bagian dari aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.
Membentuk Kebiasaan Qur’ani
Bagi Darul Fallaah, pembiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an menjadi bagian dari proses pendidikan santri. Kegiatan halaqah tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga membangun kedekatan santri dengan Al-Qur’an melalui rutinitas yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter. Santri dibiasakan memulai hari dengan ibadah dan aktivitas yang mendukung penguatan nilai-nilai keislaman.
Halaqah Al-Qur’an ba’da Subuh pada Ahad pagi menjadi salah satu gambaran aktivitas kepesantrenan Darul Fallaah yang memadukan pembinaan spiritual dengan rutinitas harian santri.
0 Komentar