Merawat Spiritualitas Santri melalui Dhuha Berjamaah

Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro melaksanakan Shalat Dhuha secara berjamaah pada pagi hari sebagai bagian dari rutinitas pembinaan keagamaan, pembentukan disiplin ibadah, dan penguatan karakter santri di Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

BISSOLORO — Membiasakan santri menjaga ibadah sunnah menjadi bagian dari pembinaan kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Salah satunya melalui Shalat Dhuha yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi secara berjamaah di lingkungan pesantren, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian rutinitas harian santri setelah menyelesaikan aktivitas pagi. Melalui Shalat Dhuha berjamaah, santri dibiasakan meluangkan waktu untuk beribadah di tengah kesibukan belajar dan aktivitas kepesantrenan.

Membentuk Kebiasaan Ibadah Sejak Pagi

Shalat Dhuha berjamaah tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah sunnah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kebiasaan dan kedisiplinan santri.

Dengan pelaksanaan yang rutin, santri belajar mengatur waktu antara kegiatan pendidikan, pembinaan, dan ibadah. Kebiasaan tersebut diharapkan membentuk kesadaran bahwa aktivitas belajar dan ibadah dapat berjalan secara beriringan.

Rutinitas Shalat Dhuha juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengawali aktivitas pendidikan dengan suasana spiritual yang lebih tenang dan tertib.

Ibadah sebagai Bagian dari Kehidupan Pesantren

Kehidupan di pesantren tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik. Pembentukan akhlak dan kebiasaan ibadah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan santri.

Karena itu, kegiatan seperti Shalat Dhuha ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas yang dilakukan secara konsisten. Santri tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ibadah, tetapi juga dibiasakan untuk mempraktikkannya.

Pembiasaan ini diharapkan dapat membangun kesadaran beribadah yang tetap terbawa ketika santri berada di luar lingkungan pesantren.

Melatih Disiplin dan Kebersamaan

Pelaksanaan secara berjamaah juga memberikan nilai tambahan berupa pembentukan kebersamaan. Santri belajar hadir tepat waktu, mengikuti imam, menjaga ketertiban, dan melaksanakan ibadah bersama-sama.

Dari aktivitas yang sederhana tersebut, tumbuh sejumlah nilai seperti disiplin, kepatuhan, kebersamaan, ketenangan, dan tanggung jawab.

Kebiasaan berjamaah juga memperkuat suasana kehidupan keagamaan di lingkungan pesantren.

Pembiasaan Lebih Penting daripada Sekadar Perintah

Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa pembinaan ibadah santri harus dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten.

Menurutnya, pendidikan agama akan lebih kuat apabila nilai-nilai yang diajarkan dapat dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin santri tidak hanya mengetahui tentang ibadah, tetapi terbiasa melaksanakannya. Karena itu, Shalat Dhuha berjamaah menjadi bagian dari pembiasaan agar ibadah tumbuh sebagai kebutuhan dan kesadaran pribadi,” ujar Dr. Dahlan.

Ia menambahkan bahwa rutinitas ibadah juga menjadi bagian dari pembentukan karakter santri.

“Kedisiplinan dalam beribadah akan berpengaruh pada kedisiplinan dalam menjalani aktivitas lainnya. Ketika santri terbiasa mengatur waktu untuk Allah, mereka juga belajar menghargai waktu dalam belajar dan menjalankan tanggung jawab,” jelasnya.

Dari Dhuha Menuju Karakter Qur’ani

Shalat Dhuha berjamaah menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan yang berjalan di Darul Fallaah. Kegiatan ini melengkapi rutinitas lain seperti Salat Subuh berjamaah, Halaqah Al-Qur’an, serta berbagai kajian dan pembinaan keislaman.

Rangkaian tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan pesantren yang mendorong santri dekat dengan ibadah dan Al-Qur’an.

Dengan pembiasaan yang dilakukan setiap hari, santri diharapkan tidak hanya menjalankan ibadah karena tuntutan jadwal pesantren, tetapi secara bertahap memiliki kesadaran untuk mempertahankannya sebagai bagian dari kehidupan pribadi.

Menata Hari dengan Ibadah

Rutinitas Shalat Dhuha berjamaah menjadi salah satu cara Darul Fallaah menanamkan keseimbangan antara ibadah, pembelajaran, dan pembentukan karakter.

Pagi hari santri tidak hanya diisi dengan aktivitas pendidikan, tetapi juga diberikan ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui Shalat Dhuha berjamaah yang rutin dilaksanakan setiap pagi, Darul Fallaah terus membangun budaya ibadah sekaligus melatih santri untuk disiplin, tertib, dan konsisten dalam menjalankan kebaikan.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar