Empat Santri SMK Trenkaun Darul Fallaah Jalani PKL di Polbangtan Gowa

Empat santri kelas XII SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro—Fahri, Aso N, Nurpadila, dan Nurpaulida—bersiap mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Kegiatan berlangsung 7 September hingga 10 November 2026 sebagai bagian dari pembelajaran vokasi dan persiapan siswa menghadapi dunia kerja.

BISSOLORO — Empat santri kelas XII SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 7 September hingga 10 November 2026 sebagai bagian dari proses pembelajaran dan persiapan peserta didik memasuki dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Keempat peserta PKL tersebut adalah Fahri, Aso N, Nurpadila, dan Nurpaulida. Selama pelaksanaan PKL, mereka diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di SMK ke dalam lingkungan kerja dan pembelajaran praktik yang lebih nyata.

Pelaksanaan PKL di Polbangtan Gowa menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman langsung, mengenal budaya kerja, meningkatkan keterampilan teknis, serta belajar membangun komunikasi dan tanggung jawab dalam lingkungan profesional.

Menghubungkan Pembelajaran dengan Dunia Nyata

PKL merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami secara langsung situasi kerja yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kelas.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti tata tertib dan prosedur kerja, menyelesaikan tugas, serta membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Bagi SMK Trenkaun Unismuh Makassar, kegiatan PKL juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

Pengalaman selama PKL diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan, baik ketika memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun mengembangkan keterampilan secara mandiri.

Direktur: Jadikan PKL sebagai Ruang Mengaplikasikan Ilmu

Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, memberikan dukungan kepada empat siswa yang mengikuti PKL.

Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal karena siswa tidak hanya membawa kepentingan pribadi, tetapi juga membawa nama baik sekolah dan pesantren.

“PKL ini jangan hanya dipandang sebagai kewajiban untuk menyelesaikan program pendidikan. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari, mendapatkan pengalaman nyata, dan membangun karakter sebagai seorang santri,”ujar Dr. Dahlan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah, kedisiplinan, etika, dan nama baik almamater selama berada di lokasi PKL.

Menurutnya, kemampuan teknis memang penting bagi siswa SMK, tetapi keterampilan tersebut harus berjalan bersama dengan karakter dan tanggung jawab.

“Di mana pun berada, identitas sebagai santri dan pelajar Darul Fallaah harus tetap tercermin melalui sikap. Jaga sopan santun, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan hubungan baik dengan seluruh pihak di tempat PKL,” pesannya.

Dr. Dahlan berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Polbangtan Gowa dapat menjadi modal bagi para siswa untuk menghadapi masa depan.

“Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat. Apa yang diperoleh selama PKL mudah-mudahan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang lebih luas,”tambahnya.

Kepala SMK: PKL Bukan Sekadar Praktik, tetapi Pembentukan Karakter

Sementara itu, Ismail, S.P., Kepala SMK Trenkaun Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan bahwa PKL merupakan bagian penting dalam pendidikan kejuruan. Menurutnya, siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mampu memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya di lapangan.

“PKL merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting bagi siswa SMK. Mereka tidak hanya belajar menerapkan keterampilan, tetapi juga belajar bagaimana bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja,” ungkap Ismail.

Ia berharap empat siswa yang mengikuti PKL mampu menjaga komitmen selama menjalani program tersebut.

“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh, mematuhi aturan yang berlaku di Polbangtan Gowa, aktif belajar, dan tidak ragu bertanya ketika menemukan hal-hal baru. Manfaatkan setiap kesempatan untuk menambah pengalaman,”katanya.

Ismail juga mengingatkan peserta agar menjaga nama baik sekolah dan pesantren selama menjalani kegiatan.

“Mereka membawa nama SMK Trenkaun Unismuh dan Darul Fallaah. Karena itu, kami berharap mereka menunjukkan sikap yang baik, menjaga etika, disiplin, dan mampu membangun hubungan yang positif dengan lingkungan tempat mereka melaksanakan PKL,”lanjutnya.

Empat Siswa, Satu Kesempatan Mengembangkan Diri

Empat peserta PKL masing-masing Fahri, Aso N, Nurpadila, dan Nurpaulida mendapatkan kesempatan untuk belajar di lingkungan Polbangtan Gowa selama lebih dari dua bulan.

Rentang waktu 7 September–10 November 2026 diharapkan cukup memberikan ruang bagi para siswa untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam, baik dari sisi keterampilan maupun pembentukan sikap kerja.

Mereka juga diharapkan mampu mendokumentasikan berbagai pengalaman selama PKL sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran setelah kembali ke lingkungan sekolah.

Bagi siswa kelas XII, pengalaman tersebut menjadi semakin penting karena mereka berada pada fase akhir pendidikan menengah dan mulai mempersiapkan diri menuju kehidupan setelah lulus.

Membawa Pesan Almamater

PKL juga menjadi momentum bagi siswa untuk membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki karakter dan etos kerja.

Pesan yang diberikan pihak pesantren dan sekolah menekankan tiga hal penting selama mengikuti PKL, yakni mengaplikasikan ilmu, menimba pengalaman nyata, dan menjaga akhlakul karimah serta nama baik almamater.

Ketiga hal tersebut menjadi bekal yang diharapkan melekat pada diri siswa setelah menyelesaikan kegiatan.

Dengan demikian, PKL di Polbangtan Gowa bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari perjalanan siswa dalam mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih terampil, mandiri, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dari Bissoloro menuju Polbangtan Gowa, empat santri kelas XII SMK Trenkaun Unismuh Makassar membawa satu misi: belajar dari dunia nyata, mengasah keterampilan, membangun karakter, dan kembali dengan pengalaman yang menjadi bekal untuk masa depan.

HUMAS DF

Posting Komentar

0 Komentar