OMI merupakan ajang pengembangan talenta peserta didik madrasah yang diselenggarakan Kementerian Agama. Pada 2026, OMI mencakup bidang Sains dan Riset, dengan kompetisi sains untuk jenjang MI, MTs, dan MA. Untuk jenjang MA, bidang yang dipertandingkan antara lain Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, dan Ekonomi.
Keikutsertaan enam siswa Darul Fallaah menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, berpikir kritis, serta berkompetisi di tingkat yang lebih luas.
Enam Siswa, Enam Bidang Sains
Enam peserta OMI 2026 dari MA Darul Fallaah Unismuh Makassar yang tercantum dalam materi publikasi madrasah adalah:
- Sampariani — Bidang Sains: Matematika
- Rusbalda Abhelia Maharani — Bidang Sains: Geografi
- Nur Tiara Putri — Bidang Sains: Ekonomi
- Elya Nadhifah Ramadani — Bidang Sains: Biologi
- Musdalipa MC — Bidang Sains: Kimia
- Nur Aliyah Roni — Bidang Sains: Fisika
Keenam siswa tersebut dijadwalkan mengikuti seleksi OMI tingkat kabupaten/kota pada Senin–Selasa, 7–8 September 2026. Tahapan ini menjadi pintu awal bagi peserta untuk melanjutkan ke tingkat provinsi dan, bagi peserta terbaik, menuju tingkat nasional. Berdasarkan jadwal OMI 2026, seleksi tingkat provinsi dijadwalkan pada 5–6 Oktober 2026, sedangkan tingkat nasional berlangsung pada 10–11 November 2026.
Direktur: OMI Menjadi Ruang Mengukur Kemampuan Santri
Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan enam siswa tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan dalam OMI tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir atau perolehan juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang bagi siswa untuk mengukur kemampuan, membangun pengalaman, dan mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi akademik.
“Kami memberikan apresiasi kepada anak-anak yang telah berani mengambil bagian dalam OMI. Kompetisi seperti ini penting karena santri mendapatkan pengalaman untuk menguji kemampuan mereka, belajar menghadapi tantangan, sekaligus membangun kepercayaan diri,” ujar Dr. Dahlan.
Ia menegaskan bahwa pesantren perlu memberikan ruang yang luas bagi santri untuk mengembangkan berbagai potensi. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya membangun kemampuan keagamaan dan karakter, tetapi juga harus mendorong prestasi akademik dan penguasaan sains.
“Kami berharap mereka tidak hanya mengikuti, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Apapun hasilnya nanti, proses persiapan, keberanian mengikuti kompetisi, dan pengalaman yang diperoleh merupakan bagian penting dari pendidikan,” katanya.
Dr. Dahlan juga berharap keikutsertaan tersebut menjadi awal dari pembinaan yang lebih sistematis terhadap potensi akademik santri Darul Fallaah.
Menurutnya, siswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang tertentu perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan sehingga potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi.
Kepala Madrasah: Prestasi Dibangun dari Proses Pembinaan
Sementara itu, Derman, S.Pd., M.Pd., Kepala MA Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, mengatakan bahwa keikutsertaan enam siswa dalam OMI 2026 merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik.
Menurut Derman, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, madrasah perlu menyediakan ruang agar kemampuan tersebut dapat berkembang melalui pembinaan, latihan, pendampingan, dan pengalaman berkompetisi.
“Kami bersyukur enam siswa MA Darul Fallaah dapat mengikuti OMI 2026 pada bidang yang berbeda. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan,” ungkap Derman.
Ia menambahkan, persiapan menghadapi kompetisi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pembelajaran yang konsisten, latihan soal, pendalaman materi, serta pendampingan guru.
“Prestasi tidak lahir secara tiba-tiba. Ada proses belajar, latihan, pendampingan, dan kemauan siswa untuk terus berkembang. Karena itu, keikutsertaan dalam OMI ini kami jadikan bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” jelasnya.
Derman juga memberikan motivasi kepada keenam peserta agar tidak terbebani dengan target hasil. Ia berharap para siswa dapat mengikuti kompetisi dengan tenang, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaik.
“Kami berharap anak-anak tampil maksimal, percaya diri, dan tidak takut menghadapi soal maupun peserta lain. Jadikan OMI sebagai pengalaman untuk belajar dan berkembang,” pesannya.
Enam Bidang, Satu Semangat Berprestasi
Kehadiran enam siswa dalam enam bidang sains menunjukkan keberagaman potensi akademik yang dimiliki peserta didik MA Darul Fallaah.
Matematika menuntut kemampuan berpikir logis dan analitis. Geografi mengembangkan pemahaman terhadap ruang, lingkungan, dan berbagai fenomena bumi. Ekonomi mengasah kemampuan memahami aktivitas dan persoalan ekonomi, sementara Biologi, Kimia, dan Fisika memberikan ruang bagi siswa untuk memperdalam ilmu-ilmu sains.
Keberagaman tersebut menjadi modal penting bagi madrasah dalam membangun budaya akademik.
Bagi Darul Fallaah, kompetisi akademik juga menjadi bagian dari upaya membentuk santri yang memiliki keseimbangan antara keagamaan, karakter, kemampuan akademik, dan keterampilan.
OMI dan Budaya Akademik Madrasah
Keikutsertaan dalam OMI juga menjadi momentum bagi MA Darul Fallaah untuk terus membangun budaya akademik yang mendorong siswa berani berkompetisi.
Kegiatan seperti OMI memberikan pengalaman kepada siswa untuk menghadapi soal dan tantangan dengan tingkat kesulitan yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus membuka wawasan siswa mengenai bidang yang diminatinya.
Selain itu, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk memperbaiki pola pembinaan dan menemukan bidang-bidang yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Mengembangkan Talenta, Membangun Masa Depan
OMI 2026 mengusung semangat pengembangan talenta madrasah dalam bidang sains, riset, inovasi, dan kemampuan berpikir. Secara nasional, OMI menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama mengembangkan talenta peserta didik madrasah dan meningkatkan daya saing mereka.
Bagi enam siswa MA Darul Fallaah, keikutsertaan tahun ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
Apa pun hasil yang diperoleh nantinya, keberanian untuk mengikuti kompetisi tingkat kabupaten/kota merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju prestasi.
Dari Bissoloro, enam siswa MA Darul Fallaah membawa satu semangat: belajar, berani berkompetisi, dan memberikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama madrasah.

0 Komentar