Dari Malang ke Bissoloro, Duta Darul Fallaah Bawa Cerita Perjuangan


Duta Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro membawa piala Juara 2 PBB Variasi tingkat MA/SMA/SMK dalam rangkaian penyambutan kepulangan dari KSMN II Malang.

GOWA — Kepulangan duta Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dari Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Malang, Jawa Timur, menjadi momentum penuh kebanggaan bagi keluarga besar pesantren.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan nasional pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, para duta Darul Fallaah kembali ke Bissoloro dengan membawa pengalaman, cerita perjuangan, dan prestasi. Salah satu capaian yang dibawa pulang adalah Juara 2 PBB Variasi tingkat MA/SMA/SMK melalui tim Wolf Scout Darul Fallaah Unismuh Makassar Bissoloro.

Penyambutan yang digelar di Darul Fallaah, Selasa (29/9/2026), tidak sekadar menjadi seremoni kepulangan. Para duta diberikan ruang untuk menceritakan kembali pengalaman mereka selama berada di Malang melalui sesi “Duta Bercerita.”

Kirab Piala Membuka Penyambutan

Rangkaian acara diawali dengan kirab piala, sertifikat, dan panji perjuangan yang dibawa para duta Darul Fallaah. Iring-iringan tersebut menjadi simbol kembalinya para santri setelah menyelesaikan perjuangan di panggung nasional.

Piala Juara 2 LKBB menjadi salah satu benda yang mendapat perhatian dalam kirab tersebut. Piala itu kemudian diserahkan kepada Direktur Darul Fallaah sebagai simbol bahwa hasil perjuangan para santri telah kembali ke almamater.

Suasana penyambutan semakin terasa ketika para duta berjalan membawa hasil perjuangan mereka dengan iringan lagu “Darul Fallaah Hebat.”

Dari sebuah pesantren di Bissoloro, mereka berangkat ke Malang membawa nama almamater. Mereka kemudian kembali membawa prestasi yang menjadi bagian dari catatan perjalanan Darul Fallaah.

Sepuluh Duta, Sepuluh Cerita dari Malang

Para santri yang menjadi bagian dari perjalanan duta Darul Fallaah antara lain Dina Alvita, Nur Azizah Salsabila, Ayyatul Husna, Nur Hikmah Ramadhani, Muli, Dian Maghfira Aswad, Siti Salisa Turrohmah, Miftahul Chair Roni, Nur Kumala Sari, dan Nurul Amirah Alfaizah.

Mereka mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan KSMN II, termasuk kompetisi keislaman, LBBV, jelajah alam, dan tali-temali.

Melalui sesi Duta Bercerita, para santri diberi kesempatan membagikan pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan. Cerita tentang latihan, perlombaan, pertemuan dengan santri dari berbagai daerah, hingga suasana kebersamaan selama berada di bumi perkemahan menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa pulang.

Bagi mereka, KSMN II bukan hanya tentang siapa yang memperoleh piala. Pengalaman berada di tengah peserta dari berbagai pesantren Muhammadiyah menjadi pelajaran tentang keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan persaudaraan.

Hal tersebut sejalan dengan refleksi atas capaian KSMN II bahwa kegiatan nasional tersebut bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang disiplin, kemandirian, persaudaraan, sportivitas, dan keberanian tampil sebagai santri Muhammadiyah.

“Ini Sejarah, Ini Pembuktian Kualitas Pondok”

Bagi pimpinan Darul Fallaah, prestasi yang dibawa pulang para duta memiliki makna lebih jauh daripada sekadar sebuah penghargaan.

Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan seluruh pihak yang telah mengantarkan duta Darul Fallaah meraih Juara 2 nasional.

Dalam apresiasinya, ia menegaskan:

“Ini sejarah. Ini pembuktian kualitas pondok yang kita bangun bersama.”

Ucapan tersebut menjadi penegasan bahwa prestasi para duta merupakan hasil dari proses yang dibangun secara bersama-sama di lingkungan pesantren.

Direktur juga memberikan apresiasi khusus kepada Ibu Yuanik Neng Tias dan Pak Dimas, komandan dan regu LKBB Darul Fallaah pada KSMN II di Malang, pendamping regu Ustazah Uly dan Hijriah, serta pimpinan yang turut mengawal perjalanan kafilah, yakni Pak Asbar, Pak Mail, dan Gunawan Hatmin.

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para orang tua dan wali santri yang telah memberikan dukungan doa maupun materi selama perjuangan para duta di Malang.

Pendamping: Perjuangan Tidak Berhenti pada Piala

Dalam agenda penyambutan, pengalaman perjalanan duta juga disampaikan melalui testimoni pendamping Ustazah Uly Eka Saputri, S.Sos. dan Ustazah Hijriah Mansur, S.H.

Keduanya menjadi bagian dari perjalanan para santri selama mengikuti KSMN II, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan berbagai perlombaan.

Kehadiran pendamping menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan santri, mendampingi aktivitas mereka, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat dijalani dengan baik.

Pimpinan Rombongan Laporkan Perjalanan

Setelah sesi cerita dan testimoni, agenda dilanjutkan dengan laporan pimpinan rombongan yang disampaikan Muhammad Asbar, S.Pd. dan Ismail, S.P.

Laporan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban perjalanan sekaligus dokumentasi pengalaman Kafilah Darul Fallaah selama mengikuti KSMN II di Malang.

Selanjutnya, Wakil Direktur II H. Samsuddin, S.Pd. memberikan sambutan apresiasi dan menyerahkan piagam penghargaan kepada para duta. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Darul Fallaah.

Dari Malang, Kembali Membawa Inspirasi

Penyambutan duta Darul Fallaah menjadi momentum untuk mempertemukan kembali para santri dengan keluarga besar pesantren setelah menjalani pengalaman di tingkat nasional.

Piala Juara 2 menjadi simbol capaian. Namun, cerita perjuangan para santri menjadi bagian yang lebih panjang untuk diteruskan kepada santri lainnya.

Dari Bissoloro mereka berangkat membawa nama Darul Fallaah. Di Malang mereka belajar, berkompetisi, dan berjumpa dengan santri dari berbagai daerah. Kini mereka kembali membawa piala sekaligus pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Dari Malang ke Bissoloro, para duta Darul Fallaah pulang membawa prestasi, pengalaman, dan cerita perjuangan dari panggung nasional.

#HumasDf

Posting Komentar

0 Komentar