Apel Pagi Darul Fallaah Bekali Santri dengan Literasi Manajemen Keuangan

Ustadz Alimuddin, S.E., menyampaikan amanat tentang manajemen keuangan santri dalam Apel Pagi Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Rabu (16/9/2026), di Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

BISSOLORO — Pengelolaan keuangan menjadi materi utama dalam Apel Pagi Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rabu, 16 September 2026. Apel yang berlangsung pada pagi hari di lingkungan pesantren, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, dipimpin Ustaz Alimuddin, S.E. selaku pemimpin apel.

Materi tentang manajemen keuangan santri disampaikan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Santri diarahkan untuk memahami bahwa kemampuan mengelola uang bukan hanya berkaitan dengan jumlah yang dimiliki, tetapi juga bagaimana mengatur kebutuhan, membedakan keinginan, serta menggunakan uang secara bijak.

Belajar Mengatur Keuangan Sejak di Pesantren

Dalam amanatnya, Ustaz Alimuddin, S.E., mengingatkan santri agar mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak berada di pesantren.

Menurutnya, uang saku yang diberikan orang tua perlu dikelola berdasarkan kebutuhan. Santri perlu belajar membuat skala prioritas agar uang yang dimiliki tidak habis untuk keperluan yang kurang penting.

“Santri harus mulai belajar mengatur keuangan dari sekarang. Bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Jangan sampai uang yang diberikan orang tua habis hanya karena mengikuti keinginan sesaat,” pesan Ustaz Alimuddin dalam amanatnya.

Ia juga mengajak santri untuk membiasakan diri mencatat pengeluaran. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengetahui ke mana uang digunakan sekaligus melatih keteraturan dalam mengelola keuangan.

Tidak Boros, Belajar Menabung

Selain mengatur pengeluaran, santri juga didorong untuk membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.

Menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesadaran untuk tidak menghabiskan seluruh uang yang diterima.

Menurut Ustaz Alimuddin, kebiasaan tersebut dapat menjadi latihan untuk mengembangkan sikap hemat dan bertanggung jawab.

Santri juga diingatkan agar tidak mudah mengikuti pola konsumsi teman. Setiap santri memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda sehingga pengelolaan uang perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Direktur: Manajemen Keuangan Bagian dari Pendidikan Kemandirian

Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga keterampilan hidup.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan yang perlu diperkenalkan sejak dini.

“Santri perlu belajar mengelola apa yang mereka miliki. Uang saku merupakan salah satu media pembelajaran untuk melatih tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan menentukan prioritas,” ujar Dr. Dahlan.

Ia menambahkan, pembiasaan mengelola keuangan akan membantu santri memahami nilai sebuah kebutuhan dan menghindari perilaku konsumtif.

“Kita ingin santri tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian itu tidak hanya terlihat dari kemampuan belajar dan menjalankan aktivitas sendiri, tetapi juga dari kemampuan mengatur kebutuhan dan bertanggung jawab terhadap apa yang dimiliki,” jelasnya.

Dari Uang Saku Menuju Pendidikan Karakter

Pembahasan manajemen keuangan dalam apel pagi menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dekat dengan kehidupan santri. Setiap hari, santri berhadapan dengan berbagai pilihan penggunaan uang, mulai dari kebutuhan makan tambahan, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan pribadi lainnya.

Dari situ, santri dapat belajar menentukan prioritas, mengendalikan keinginan, membuat perencanaan sederhana, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Pengelolaan keuangan juga mengajarkan nilai kejujuran. Santri dibiasakan menggunakan uang sesuai kebutuhan dan amanah yang diberikan orang tua.

Apel sebagai Ruang Pembinaan

Apel pagi di Darul Fallaah tidak hanya menjadi kegiatan rutin untuk menata barisan dan kesiapan santri. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang menyampaikan pesan-pesan pembinaan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Materi manajemen keuangan menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan santri dapat menyentuh aspek praktis yang akan mereka hadapi, baik selama berada di pesantren maupun ketika kelak hidup di tengah masyarakat.

Melalui amanat tentang manajemen keuangan santri, Apel Pagi Rabu, 16 September 2026, menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan hidup hemat, bertanggung jawab, mampu menentukan prioritas, dan mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar