Amanda Aminah, santri kelas IX Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Subuh, Senin (28/9/2026). |
GOWA — Kultum ba’da Subuh di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Senin (28/9/2026), diisi oleh Amanda Aminah, santri kelas IX. Ia menyampaikan kultum bertema “Dunia Sementara, Akhirat Selamanya.”
Dalam penyampaiannya, Amanda mengajak para santri untuk memahami bahwa kehidupan dunia memiliki batas, sedangkan kehidupan akhirat menjadi tujuan yang perlu dipersiapkan melalui amal dan perbuatan selama hidup.
Pesan tersebut sejalan dengan kandungan QS Ali Imran ayat 185 yang mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. Ayat tersebut juga menempatkan keselamatan dari neraka dan masuk ke dalam surga sebagai kemenangan.
Menggunakan Waktu dengan Baik
Tema yang dibawakan Amanda menjadi pengingat bagi santri agar tidak hanya mengejar berbagai hal yang bersifat duniawi. Waktu yang dimiliki selama berada di pesantren dapat digunakan untuk belajar, beribadah, memperbaiki akhlak, serta membangun kebiasaan yang bermanfaat.
Kehidupan sebagai santri juga memberikan kesempatan untuk membiasakan diri menjalankan aktivitas secara teratur. Pembelajaran di kelas, ibadah berjamaah, kegiatan organisasi, ekstrakurikuler, hingga kehidupan bersama di asrama menjadi bagian dari keseharian yang dapat diisi dengan hal-hal positif.
Karena itu, kesadaran mengenai kehidupan akhirat tidak berarti mengabaikan kehidupan dunia. Justru kehidupan dunia menjadi ruang untuk mempersiapkan bekal melalui perbuatan baik, tanggung jawab, dan amal yang dilakukan selama hidup.
Dari Lembata ke Bissoloro
Amanda Aminah merupakan santri kelas IX Darul Fallaah yang berasal dari Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia merupakan putri Rindiyani Abdullah. Dalam data yang disampaikan, pekerjaan ibunya tercatat sebagai ART.
Di lingkungan pesantren, Amanda aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci dan IPM. Ia juga tercatat memiliki pengalaman dalam lomba lari.
Keterlibatan Amanda dalam kultum ba’da Subuh menjadi bagian dari pembiasaan santri untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan jamaah. Selain melatih keberanian berbicara, kegiatan tersebut memberi ruang kepada santri untuk menyampaikan kembali nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema “Dunia Sementara, Akhirat Selamanya”, Amanda mengingatkan bahwa kesempatan hidup perlu digunakan sebaik mungkin. Setiap hari yang dilalui menjadi bagian dari perjalanan yang pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan.
#HumasDF
0 Komentar