GOWA — Santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Aqil Rahmatullah, menuntaskan Daurah Tahfiz dan Bahasa Arab Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan.
Aqil Rahmatullah merupakan putra dari Abdul Malik Dg. Ruppa, warga Biboro, Desa Batumalonro, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Ia mengikuti program daurah yang berlangsung di Pesantren Babul Ilmi, Malino, selama kurang lebih dua bulan, sejak 20 Juni hingga 20 Agustus 2026.
Keikutsertaan Aqil dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam memberikan ruang kepada santri untuk memperkuat kemampuan Al-Qur’an sekaligus memperluas kompetensi keilmuan melalui pembelajaran bahasa Arab.
Dalam program daurah ini, peserta diarahkan untuk menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an yang telah ditetapkan. Setelah mengikuti proses pembelajaran secara intensif selama dua bulan, Aqil berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz.
Capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Aqil sekaligus menjadi kabar baik bagi Pondok Pesantren Darul Fallaah. Penyelesaian hafalan 30 juz menunjukkan kesungguhan santri dalam menjalani program yang menuntut konsistensi dan ketekunan selama mengikuti daurah.
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., sebelumnya menyampaikan bahwa pengiriman santri mengikuti program tersebut merupakan bagian dari investasi pendidikan pesantren dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan keagamaan dan wawasan keilmuan.
Menurutnya, pengalaman mengikuti program di luar lingkungan pesantren juga penting bagi santri untuk memperluas pengalaman belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sementara itu, K.M. Muh. Salim, Pembina Tahfiz Pondok Pesantren Darul Fallaah, turut memberikan perhatian terhadap keikutsertaan Aqil dalam program tersebut. Daurah menjadi kesempatan bagi santri untuk menjalani proses menghafal Al-Qur’an secara lebih intensif dengan target yang jelas.
Bagi Aqil, penyelesaian hafalan 30 juz dalam program Daurah Tahfiz dan Bahasa Arab IV menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan pendidikannya sebagai santri Darul Fallaah.
Capaian tersebut juga menjadi bagian dari proses kaderisasi Qur’ani yang terus dikembangkan Pondok Pesantren Darul Fallaah. Pesantren tidak hanya mendorong santri untuk menyelesaikan target hafalan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengikuti program-program pengembangan kemampuan yang dapat memperkuat kapasitas mereka.
Dengan selesainya program tersebut, Aqil kembali ke lingkungan Pondok Pesantren Darul Fallaah dengan membawa pengalaman belajar selama mengikuti daurah di Malino. Capaian hafalan 30 juz menjadi bekal penting sekaligus bagian dari perjalanan panjang seorang santri dalam mendalami Al-Qur’an.
Humas Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar

0 Komentar