Darul Fallaah Unismuh Siapkan Santri Ikuti KSM Nasional II di Malang

 

Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menyiapkan satu regu tingkat Madrasah Aliyah yang terdiri atas 10 santri dan dua pendamping untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II di Malang, Jawa Timur.

BISSO­LORO, — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyiapkan delegasi untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Nasional II Tahun 2026 di Malang, Jawa Timur.

Persiapan keikutsertaan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Ponpes Darul Fallaah, Kamis (20/8/2026), di Ruang Kerja Direktur. Rapat tersebut dihadiri pimpinan pesantren, panitia pemilihan DF 2026–2030, serta pendamping KSM dari Darul Fallaah.

Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., menempatkan keikutsertaan santri dalam KSM Nasional II sebagai salah satu agenda yang perlu dipersiapkan secara matang.

Darul Fallaah akan mengirimkan satu tim regu tingkat Madrasah Aliyah (MA) yang terdiri atas 10 santri dan dua pendamping.

Dua pendamping yang ditugaskan adalah Uly Eka Saputri, S.Sos. dan Hijria Mansur, S.H.

Adapun 10 santri yang menjadi peserta delegasi Darul Fallaah, yaitu:

  1. Miftahul Chair Roni
  2. Dian Magfirah Aswad
  3. Muliati
  4. Nur Azizah Salsabila
  5. Nurul Amirah
  6. Nur Hikmah Ramadhani
  7. Nur Kumala Sari
  8. Dian Alfita
  9. Salisah Turrohmah
  10. Ayyatul Husna

Keikutsertaan satu regu tingkat MA tersebut menjadi bagian dari upaya Darul Fallaah memberikan pengalaman kepesantrenan yang lebih luas kepada santri. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga membawa nama pesantren dan Sulawesi Selatan dalam perhelatan santri Muhammadiyah tingkat nasional.

Melanjutkan Tradisi KSM Nasional

KSM Nasional merupakan agenda yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai ruang silaturahmi, pembinaan, kompetisi, dan penguatan karakter santri Muhammadiyah.

KSM Nasional pertama digelar pada 20–22 Oktober 2024 di Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi pertemuan besar santri pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

KSM Nasional I tidak hanya menghadirkan aktivitas perkemahan, tetapi juga berbagai perlombaan dan kegiatan kepesantrenan. Di antaranya Musabaqah Hifdzil Qur’an, Tilawatil Qur’an, Fahmil Qur’an, Hifdzil Hadis, Qiraatul Kutub, pidato bahasa Arab dan Inggris, film pendek, hingga kegiatan ilmiah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi santri untuk mempertemukan kemampuan akademik, keagamaan, kreativitas, kepemimpinan, dan keterampilan dalam satu forum nasional.

Sulsel Punya Modal Prestasi

Kehadiran Darul Fallaah pada KSM Nasional II juga berada dalam konteks prestasi kontingen Sulawesi Selatan pada KSM Nasional I.

Pada perhelatan pertama tersebut, kontingen Sulawesi Selatan berhasil meraih Juara Umum I. Capaian itu menjadi modal sekaligus tantangan bagi pesantren-pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada KSM Nasional berikutnya.

Bagi Darul Fallaah, keterlibatan dalam KSM Nasional II tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi santri Bissoloro untuk berinteraksi dengan santri dari berbagai daerah, mengenal keragaman tradisi kepesantrenan Muhammadiyah, sekaligus membangun jejaring.

Membawa Nama Darul Fallaah ke Forum Nasional

Sepuluh santri yang tergabung dalam delegasi tingkat MA akan didampingi dua pembina selama mengikuti kegiatan. Komposisi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan santri sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik.

Bagi Darul Fallaah, KSM Nasional II merupakan bagian dari proses pendidikan yang berlangsung melampaui ruang kelas. Perjumpaan dengan santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar dari pengalaman pesantren lain.

Kegiatan ini juga sejalan dengan orientasi Darul Fallaah sebagai laboratorium sekolah dan pesantren kader, yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga pengembangan keterampilan, kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi.

Dengan membawa satu regu tingkat MA, dua pendamping, dan 10 santri, Darul Fallaah kini mempersiapkan delegasinya menuju Malang. KSM Nasional II diharapkan menjadi pengalaman penting bagi para santri untuk tumbuh sebagai kader yang mampu membawa nilai-nilai kepesantrenan ke ruang yang lebih luas.

Bukan sekadar berkemah, keberangkatan ini menjadi bagian dari perjalanan santri Darul Fallaah untuk belajar, berjejaring, berkompetisi, dan membawa nama Bissoloro ke panggung kepesantrenan Muhammadiyah tingkat nasional.

Posting Komentar

0 Komentar