Menjaga Sabar, Menguatkan Iman: Pesan Samsinar dalam Kultum Subuh

Ananda Samsinar, santri kelas IX Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Subuh bertema “Keutamaan Bersabar” di hadapan jamaah.

Bissoloro — Ananda Samsinar, santri kelas IX Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan kultum ba’da salat Subuh dengan tema “Keutamaan Bersabar.” Dalam penyampaiannya, Samsinar mengingatkan para santri bahwa kesabaran merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sikap yang perlu dilatih dalam menghadapi berbagai keadaan.

Samsinar menjelaskan bahwa sabar tidak berarti pasif menghadapi persoalan. Kesabaran merupakan kemampuan untuk tetap teguh dalam menjalankan kebaikan, menahan diri dari perbuatan yang tidak baik, serta menghadapi ujian dengan tetap mengharap pertolongan Allah SWT.

Ia juga menyampaikan bahwa kehidupan seorang santri tidak terlepas dari berbagai tantangan. Proses belajar, menjalankan disiplin, mengikuti kegiatan pesantren, hingga berinteraksi dengan sesama membutuhkan kesabaran. Karena itu, sikap sabar perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.

Dalam kultumnya, Samsinar mengutip pemahaman bahwa sabar merupakan bagian dari iman dan memiliki kedudukan penting sebagaimana kepala bagi tubuh. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keteguhan hati dalam menghadapi ujian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang mukmin.

Menurut Samsinar, kesabaran juga perlu diiringi dengan ikhtiar dan doa. Ketika menghadapi kesulitan, seorang muslim tidak seharusnya mudah menyerah, tetapi terus berusaha memperbaiki keadaan sembari memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Kultum ba’da Subuh tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan di Ponpes Darul Fallaah. Selain memperkuat pemahaman keislaman, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar menyusun materi, menyampaikan gagasan, serta berbicara di hadapan jamaah.

Samsinar merupakan santri kelas IX yang berasal dari Pakkolompo, Kecamatan Parangloe. Ia merupakan putri dari Ahmad dan Nurbaya, yang bekerja sebagai petani.

Di lingkungan pesantren, Samsinar juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan pengalaman organisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan.

Selain aktif dalam kegiatan pesantren, Samsinar memiliki prestasi di bidang literasi. Ia meraih juara II sinopsis buku “Laut Pasang” dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2025.

Prestasi tersebut melengkapi proses pembinaan Samsinar di bidang keagamaan, organisasi, dan literasi. Kesempatan menyampaikan kultum menjadi ruang lain bagi dirinya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus berbagi pesan keislaman kepada sesama santri.

Melalui kultum bertema “Keutamaan Bersabar”, Samsinar mengajak para santri untuk menjadikan sabar sebagai bagian dari karakter dalam menjalani pendidikan dan kehidupan. Kesabaran diharapkan tidak hanya dipahami sebagai nasihat, tetapi diterapkan dalam menghadapi proses belajar, menjaga disiplin, dan menjalankan berbagai tanggung jawab sebagai santri.

Kegiatan kultum Subuh menjadi salah satu bentuk pembiasaan di Ponpes Darul Fallaah untuk memadukan pendidikan agama, pembentukan karakter, pengembangan literasi, serta kemampuan komunikasi santri.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar