Muhammad Kadir Ajak Santri Menyucikan Hati dalam Kultum Ba’da Magrib

Keterangan foto: Ananda Muhammad Kadir, santri kelas VIII Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Menyucikan Hati” di hadapan para santri dan jamaah.

Bissoloro — Ananda Muhammad Kadir, santri kelas VIII Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Menyucikan Hati” di hadapan para santri dan jamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus sarana bagi santri untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum.

Dalam kultum yang disampaikan setelah salat Magrib itu, Muhammad Kadir mengajak para santri untuk senantiasa menjaga kebersihan hati. Ia menjelaskan bahwa hati memiliki peran penting dalam menentukan sikap, ucapan, dan perilaku seseorang. Hati yang baik akan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, sedangkan hati yang dipenuhi penyakit dapat memengaruhi seseorang untuk berbuat buruk.

Muhammad Kadir mengingatkan bahwa setiap muslim perlu berusaha membersihkan hati dari berbagai penyakit hati, seperti iri, dengki, sombong, riya, dendam, dan prasangka buruk. Menurutnya, penyakit hati sering kali tidak terlihat oleh orang lain, tetapi dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Ia juga menyampaikan bahwa menyucikan hati tidak cukup hanya dengan memperbanyak ibadah secara lahiriah. Upaya tersebut harus disertai dengan memperbaiki niat, memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur’an, mengingat Allah SWT, menjaga ucapan, serta membiasakan diri untuk memaafkan dan berbuat baik kepada orang lain.

Selain itu, para santri diajak untuk melakukan evaluasi diri dalam kehidupan sehari-hari. Setiap santri perlu menyadari kesalahan yang telah dilakukan, kemudian berusaha memperbaikinya dengan penuh keikhlasan. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu membentuk akhlak dan kepribadian yang lebih baik.

Pesan tersebut menjadi inti dari kultum yang disampaikan Muhammad Kadir. Ia menekankan bahwa seorang santri tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan agama, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang dimiliki akan menjadi lebih bermanfaat apabila diwujudkan melalui sikap rendah hati, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan dan pembinaan karakter santri. Melalui kegiatan ini, santri diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman secara langsung di hadapan jamaah.

Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kultum juga menjadi media untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan santri. Santri yang bertugas menyampaikan kultum belajar mempersiapkan materi, menyusun pesan secara sistematis, serta menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi santri yang memiliki keseimbangan antara iman, ilmu, dan akhlak. Dengan hati yang senantiasa dijaga dan disucikan, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.

Melalui kultum bertema “Menyucikan Hati”, Muhammad Kadir mengajak seluruh santri untuk tidak hanya memperhatikan penampilan dan perilaku lahiriah, tetapi juga memperbaiki kondisi hati. Sebab, hati yang bersih akan menjadi sumber lahirnya amal, ucapan, dan perilaku yang baik.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar