Amirul Mukminin Ajak Santri Memahami Pentingnya Menuntut Ilmu

 

Ananda Amirul Mukminin saat menyampaikan kultum ba’da Magrib dengan tema “Pentingnya Menuntut Ilmu” di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus melatih keberanian dan kemampuan komunikasi santri.

Bissoloro — Ananda Amirul Mukminin menyampaikan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro dengan tema “Pentingnya Menuntut Ilmu”. Kultum tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus sarana bagi santri untuk melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan jamaah.

Dalam kultumnya, Amirul Mukminin mengajak para santri untuk menyadari bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Ilmu menjadi bekal bagi seseorang untuk memahami ajaran agama, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menjalani kehidupan dengan lebih terarah.

Ia menyampaikan bahwa proses menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan, kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Seorang santri tidak cukup hanya hadir dalam proses pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemauan untuk membaca, bertanya, mengulang pelajaran, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

Menurutnya, ilmu yang bermanfaat bukan hanya ilmu yang menambah pengetahuan, tetapi ilmu yang mampu membentuk sikap dan perilaku seseorang. Karena itu, semakin banyak ilmu yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amirul Mukminin juga mengingatkan para santri agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Tantangan dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari proses pembentukan diri. Dengan ketekunan dan doa, kesulitan tersebut dapat menjadi pengalaman yang membangun karakter dan kedewasaan.

Pesan tersebut menjadi inti dari kultum yang disampaikan setelah salat Magrib. Para santri diajak untuk menjadikan masa belajar di pesantren sebagai kesempatan untuk memperkuat ilmu agama, memperluas wawasan, sekaligus membangun akhlak dan karakter.

Kegiatan kultum ba’da Magrib di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro juga menjadi bagian dari pembiasaan santri dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Santri yang mendapat tugas kultum diberikan ruang untuk mempersiapkan materi, menyusun gagasan, dan menyampaikannya secara langsung di hadapan jamaah.

Melalui kegiatan tersebut, pesan keagamaan tidak hanya disampaikan oleh pembina atau ustaz, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi santri untuk tampil dan mengambil peran. Pembiasaan ini diharapkan dapat melahirkan santri yang memiliki keberanian, wawasan keislaman, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara baik.

Kultum bertema “Pentingnya Menuntut Ilmu” menjadi pengingat bagi para santri bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan komitmen yang panjang. Ilmu yang diperoleh di pesantren diharapkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar