Milad ke-20 Darul Fallaah Perkuat Kolaborasi Lingkungan Bersama SWSC Unismuh

Kerja sama Sustainable Waste Solutions Center diarahkan untuk membangun budaya peduli lingkungan di pesantren

BISSOOLORO – Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro memperkuat komitmen terhadap pendidikan lingkungan melalui penandatanganan piagam kerja sama dengan Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dalam rangkaian Resepsi Milad ke-20, Rabu (12/8/2026).


Penandatanganan berlangsung di Bissoloro, Kabupaten Gowa, pada pukul 09.00–11.30 WITA, sebagai bagian dari peringatan dua dasawarsa perjalanan Ponpes Darul Fallaah sejak 2006 hingga 2026.


Piagam kerja sama tersebut melibatkan Dr. H Mawardi Pawangi M.Pd.I, Dr. Prof. Dr. KH. Mustari Bosra MA. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., dan Dr. Hj. Fatmawati A. Mappasere, M.Si.


SWSC atau Sustainable Waste Solutions Center merupakan pusat pengelolaan dan edukasi limbah berkelanjutan di Unismuh Makassar. Program SWSC mencakup pengelolaan Bank Sampah, Rumah Kompos, edukasi pemilahan sampah, pengolahan limbah organik, serta pengembangan relawan Eco Ranger.


Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., dalam draf pernyataan untuk publikasi kegiatan menekankan pentingnya menjadikan kerja sama kelembagaan sebagai gerakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.


“Kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan dokumen. Yang lebih penting adalah bagaimana kolaborasi ini melahirkan gerakan nyata, terutama dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri dan masyarakat.”


Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.


Perspektif tersebut sejalan dengan peran Unismuh yang menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan budaya kampus hijau. SWSC sendiri mendorong perubahan perilaku melalui pemilahan sampah dari sumber dan edukasi lingkungan.


Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., menilai kolaborasi dengan SWSC memiliki relevansi dengan kehidupan pesantren yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter santri.


“Pesantren adalah ruang pendidikan sekaligus ruang pembiasaan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari pendidikan santri, bukan sekadar program tambahan.”


Menurutnya, memasuki usia 20 tahun, Ponpes Darul Fallaah perlu terus memperluas jejaring dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Semangat tersebut sejalan dengan tema Milad ke-20, “Menuju Ponpes Unggul dan Mandiri.”

Ketua Panitia: Milad Menjadi Momentum Memperluas Kolaborasi


Sementara itu, Ketua Panitia Semarak Milad ke-20, Supriadi, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan kerja sama dengan SWSC menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian Milad ke-20 karena membawa isu lingkungan ke dalam agenda pengembangan pesantren.


“Milad ke-20 bukan hanya tentang merayakan usia lembaga, tetapi juga bagaimana kita membuka ruang kolaborasi dan menghadirkan program yang memberi manfaat. Kerja sama dengan SWSC menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kepedulian lingkungan di Ponpes Darul Fallaah.”


Ia menambahkan, rangkaian Milad ke-20 dirancang untuk mempertemukan unsur pendidikan, dakwah, kelembagaan, sosial, dan pengembangan masyarakat.


Kolaborasi SWSC dan Ponpes Darul Fallaah memiliki relevansi kuat dengan program edukasi lingkungan yang selama ini dikembangkan Unismuh.


SWSC tidak hanya menangani sampah secara teknis, tetapi juga mengembangkan edukasi, riset, dan perubahan perilaku. Di antaranya melalui pelatihan pengolahan limbah organik menjadi kompos serta pembentukan Eco Ranger di kalangan mahasiswa.


Bahkan, sebelumnya santri Darul Fallaah telah mengikuti pembelajaran pengolahan limbah dapur menjadi kompos di SWSC Unismuh. Kegiatan tersebut memperkenalkan tahapan pemilahan limbah organik hingga proses pengomposan.


Hal ini membuat kerja sama yang ditandatangani dalam momentum Milad ke-20 memiliki konteks yang lebih konkret. Edukasi lingkungan tidak dimulai dari nol, tetapi dapat dikembangkan menjadi budaya yang lebih sistematis di lingkungan pesantren.


Penandatanganan piagam kerja sama kemudian dilanjutkan dengan launching lagu I-GIFT, laporan Semarak Milad ke-20 oleh Ketua Panitia Supriadi, serta pidato Milad oleh Direktur Ponpes Darul Fallaah Dr. Dahlan Lama Bawa.


Bagi Darul Fallaah, kerja sama tersebut menjadi salah satu penanda memasuki fase baru setelah dua dekade perjalanan.


Milad ke-20 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan, tetapi juga ruang untuk membangun kolaborasi baru—termasuk menjadikan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menuju Ponpes Darul Fallaah yang unggul dan mandiri.

Posting Komentar

0 Komentar