Dalam Rangka MILAD KE-2O PONPES DARUL FALLAAH, PDM GOWA GELAR PENGAJIAN TERPADU


Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026

Bissoloro, Gowa — Dalam rangka memperingati Milad ke-20, Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa akan menggelar Pengajian Terpadu yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa santunan sembako bagi anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Moncong Sipolong, kawasan wisata Hutan Pinus Bissoloro, Kabupaten Gowa.

Mengusung tema “Masjid sebagai Jantung Kehidupan Umat”, pengajian ini menghadirkan H. A.M. Iqbal Parewangi, S.Si., M.Sc. sebagai pemateri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-20 Ponpes Darul Fallaah yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial.

Kegiatan turut melibatkan sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pimpinan yang menjadi bagian penting dalam agenda pengajian terpadu. Di antaranya H. Syamsuddin, S.Pd.I, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bungaya Kabupaten Gowa; Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag, Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro; H. A.M. Iqbal Parewangi, S.Si., M.Sc.; H. Ardan Ilyas, S.Pd.I., M.A., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gowa; Arifuddin Abbas, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah; serta Kamaruddin Samad, S.Pd.I., M.Pd.I., (Komisi A, Fraksi PAN DPRD Sulsel)

Masjid sebagai Pusat Kehidupan Umat

Pemilihan tema “Masjid sebagai Jantung Kehidupan Umat” menegaskan posisi masjid bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, silaturahmi, pemberdayaan, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam konteks perjalanan Ponpes Darul Fallaah, tema tersebut memiliki relevansi kuat. Masjid menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan pesantren dalam membentuk karakter santri sekaligus membangun kehidupan keumatan di lingkungan Bissoloro.

Karena itu, momentum Milad ke-20 diarahkan tidak sekadar menjadi perayaan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai kontribusi pesantren dan Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Dirangkaikan Santunan Yatim dan Dhuafa

Selain pengajian, kegiatan juga dirangkaikan dengan santunan sembako kepada anak yatim dan dhuafa. Agenda sosial ini menjadi wujud kepedulian dan semangat berbagi dalam momentum Milad ke-20 Ponpes Darul Fallaah.

Konsep kegiatan yang memadukan pengajian, silaturahmi, dan kepedulian sosial diharapkan dapat menghadirkan suasana kebersamaan antara keluarga besar pesantren, Muhammadiyah, masyarakat, serta para tokoh yang selama ini memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan dan dakwah di Bissoloro.

Dengan mengangkat semangat kebersamaan, Pengajian Terpadu Milad ke-20 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pesantren, Muhammadiyah, dan masyarakat dalam menghidupkan masjid sebagai pusat kehidupan umat.

Milad ke-20 Ponpes Darul Fallaah bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian, pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial bagi umat dan masyarakat.

Humas DF

Posting Komentar

0 Komentar