Kuliah Tamu di Universitas Flores, Angkat Strategi Merawat Kerukunan Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal NTT

Kuliah Tamu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (UNFLOR), Ende, Selasa (7/7/2026). 

ENDE – Rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026 Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar di Bissoloro berlanjut dengan agenda akademik melalui Kuliah Tamu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (UNFLOR), Ende, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula FKIP UNFLOR ini menjadi ruang dialog ilmiah mengenai strategi merawat kerukunan umat beragama melalui pendekatan kearifan lokal di Nusa Tenggara Timur.

Kuliah tamu menghadirkan Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., sebagai narasumber dengan mengangkat tema "Strategi Merawat Kerukunan Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal Nusa Tenggara Timur."

Kegiatan tersebut dibuka dan dipandu oleh jajaran pimpinan serta sivitas akademika FKIP Universitas Flores. Turut hadir Dr. Yosef Demon, M.Hum. selaku Dekan FKIP Universitas Flores, Prof. Dr. Natsir B. Kotten, Virgilius Bate Lina, S.Pd., M.Pd., Nining Sar'iyyah, S.Pd., M.Pd., para dosen, mahasiswa dari berbagai program studi, pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallaah, serta rombongan Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores.

Dalam sambutannya, Dr. Yosef Demon, M.Hum. menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah di Universitas Flores. Menurutnya, kolaborasi akademik antarlembaga pendidikan merupakan bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa, terutama dalam mengkaji hubungan antara agama, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Kami menyambut baik kehadiran rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah. Tema yang diangkat sangat relevan dengan karakter masyarakat Nusa Tenggara Timur yang hidup dalam keberagaman. Semoga forum ilmiah ini memperkuat tradisi dialog dan memperkaya perspektif mahasiswa dalam merawat harmoni sosial," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag. menegaskan bahwa kerukunan umat beragama tidak cukup dibangun melalui pendekatan normatif semata, tetapi harus diperkuat oleh nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki modal sosial yang sangat kuat dalam membangun kehidupan yang harmonis melalui tradisi kekeluargaan, gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap sesama, serta budaya doa dan syukur bersama.

"Kearifan lokal adalah jembatan yang menghubungkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sosial masyarakat. Ketika budaya dijaga dan agama dipahami secara substantif, maka akan lahir masyarakat yang saling menghormati, saling menjaga, dan saling menguatkan," jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan kebangsaan yang mampu merawat keberagaman Indonesia.

"Indonesia tidak dibangun dengan menyeragamkan perbedaan, tetapi dengan merawatnya sebagai kekuatan bersama. Dengan budaya kita kuat, dengan agama kita beradab, dan dengan kebersamaan kita menjadi hebat," tegas Dahlan, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Kuliah tamu berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Mahasiswa aktif berdialog mengenai hubungan antara adat dan syariat, tantangan menjaga toleransi di era digital, serta peran generasi muda dalam merawat persatuan bangsa melalui pendekatan budaya.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama akademik antara Universitas Flores dan Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darul Fallaah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang inklusif, serta membangun jejaring keilmuan dengan berbagai perguruan tinggi dalam rangka memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

#HumasDF

Lebih baru Lebih lama