Lembata – Semangat dakwah dan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu ruh utama dalam rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026 yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Bissoloro. Pada Jumat (3/7/2026), sebanyak delapan tim dai diterjunkan untuk mengisi khutbah Jumat secara serentak di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah Kedang, Kabupaten Lembata.
Kegiatan ini merupakan implementasi dakwah bil hikmah yang memadukan nilai-nilai keislaman, silaturahim, dan penguatan ukhuwah dengan masyarakat. Selain menyampaikan khutbah, para dai juga berinteraksi dengan jamaah serta mempererat hubungan antara Pondok Pesantren Darul Fallaah, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan masyarakat Kedang.
Adapun masjid yang menjadi lokasi penugasan para dai meliputi Masjid Rahmat Wowong, Masjid Mutiara Leubatang, Masjid Al-Jihad Walangsawah, Masjid Al-Mujaddid Aramengi, Masjid Rahmah Leuweheq, Masjid Syukur Peuuma, Masjid Peusawah, Masjid Al-Munirah Mahal, serta beberapa masjid lainnya yang berada di wilayah Kedang.
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menjelaskan bahwa pengiriman para dai merupakan bagian dari misi pengabdian pesantren dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan.
"Khutbah Jumat bukan hanya menjadi media menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kehadiran para dai Darul Fallaah di tengah masyarakat Kedang diharapkan dapat mempererat silaturahim serta menghadirkan semangat persaudaraan, persatuan, dan kemajuan umat," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Kunjungan Muhibah dan Sosialisasi, Gunawan Hatmin, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa seluruh dai telah dibekali materi khutbah yang menitikberatkan pada penguatan akhlak, persatuan umat, pentingnya pendidikan, serta peran generasi muda dalam membangun peradaban Islam.
"Kami ingin menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, para khatib tidak hanya menyampaikan pesan-pesan ibadah, tetapi juga mengajak jamaah untuk memperkuat pendidikan, menjaga persatuan, dan membangun optimisme dalam menghadapi tantangan zaman," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan dakwah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
"Pengabdian kepada masyarakat melalui dakwah merupakan bentuk implementasi nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Kehadiran para dai di berbagai masjid tidak hanya menyampaikan khutbah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan emosional antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat. Inilah wujud pendidikan yang berdampak langsung bagi umat," tuturnya.
Pelaksanaan khutbah Jumat di berbagai masjid berlangsung khidmat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para jamaah mengapresiasi kehadiran rombongan Darul Fallaah yang tidak hanya membawa misi pendidikan, tetapi juga memperkuat syiar Islam melalui dakwah yang santun, inklusif, dan mencerahkan.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026. Melalui penyebaran dai ke berbagai masjid, Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar berharap nilai-nilai dakwah, pendidikan, dan pengabdian dapat terus tumbuh, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh sinergi antara Muhammadiyah dan masyarakat di wilayah Kedang, Kabupaten Lembata.
