Silaturahmi dan Pengajian Bersama PDM Kabupaten Sikka, Darul Fallaah Pererat Ukhuwah Muhammadiyah di Bumi Nian Tana

Maumere – Rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026 Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Bissoloro diisi dengan Pengajian Kepribadian Muhammadiyah yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Minggu malam (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus penguatan ideologi Persyarikatan Muhammadiyah bagi sivitas akademika, warga Muhammadiyah, dan rombongan kunjungan muhibah.

Pengajian dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Maumere, para dosen, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallaah, rombongan Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores, serta pimpinan dan warga Muhammadiyah Kabupaten Sikka.


Acara diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka, M. Ihsan Wahab, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah yang menjadikan Kabupaten Sikka sebagai salah satu tujuan kunjungan.


Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan silaturahim, tetapi juga menjadi media bertukar pengalaman dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, dan penguatan kader Muhammadiyah di berbagai daerah.


"Kami menyambut dengan penuh kegembiraan kehadiran keluarga besar Pondok Pesantren Darul Fallaah dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Semoga pertemuan ini semakin mempererat ukhuwah, memperluas jaringan dakwah, dan melahirkan kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan Muhammadiyah," ujarnya.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Drs. Daniel Fernandez, M.Si., Deputi Universitas Muhammadiyah Maumere, yang menekankan pentingnya sinergi antaramal usaha Muhammadiyah dalam membangun kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai wadah berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan kelembagaan Muhammadiyah di kawasan Indonesia Timur.


Pengajian dipandu oleh Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd. selaku moderator yang mengarahkan jalannya diskusi secara komunikatif dan interaktif sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.


Sebagai narasumber utama, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan sekaligus Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, menyampaikan materi bertajuk "Kepribadian Muhammadiyah sebagai Landasan Dakwah Berkemajuan."


Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah bukan sekadar dokumen organisasi, tetapi merupakan pedoman moral dan gerakan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, terdapat beberapa nilai utama yang harus terus dihidupkan oleh setiap kader Muhammadiyah.


Pertama, membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Muhammadiyah harus menjadi pelopor terciptanya kehidupan yang damai, harmonis, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.


Kedua, memperbanyak sahabat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dakwah Muhammadiyah, kata Dahlan, harus dilakukan dengan pendekatan persaudaraan, dialog, dan keteladanan sehingga mampu merangkul berbagai kalangan.


Ketiga, memiliki kelapangan dada, keluasan pandangan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Ali Imran ayat 104, yang menyerukan umat Islam untuk mengajak kepada kebaikan, menegakkan amar ma'ruf, dan mencegah kemungkaran.


"Seorang kader Muhammadiyah harus memiliki hati yang lapang, cara pandang yang luas, serta mampu menghargai perbedaan tanpa kehilangan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dakwah harus dilakukan dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan menghadirkan solusi bagi umat," jelasnya.


Keempat, menghidupkan amar ma'ruf nahi munkar dalam seluruh aspek kehidupan. Menurutnya, nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui ceramah atau mimbar dakwah, tetapi juga melalui keteladanan dalam keluarga, dunia pendidikan, pemerintahan, ekonomi, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.


"Amar ma'ruf nahi munkar adalah ruh gerakan Muhammadiyah. Nilai ini harus hadir dalam perilaku, etos kerja, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dakwah terbaik adalah dakwah melalui keteladanan," tegasnya.


Materi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari peserta. Dialog berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan mengenai implementasi Kepribadian Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan dakwah, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.


Melalui pengajian ini, diharapkan seluruh peserta semakin memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Kepribadian Muhammadiyah sebagai fondasi dalam menjalankan dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat ukhuwah antarkeluarga besar Muhammadiyah sekaligus memperkokoh sinergi antara Universitas Muhammadiyah Maumere, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam membangun Islam yang berkemajuan.

Lebih baru Lebih lama