Berita Acara Raker Darul Fallaah Dibacakan di Puncak Danau Kelimutu, Menjadi Prasasti Sejarah 20 Tahun Pengabdian

Pembacaan Berita Acara Hasil Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027 di puncak Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende.

ENDE – Rombongan Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026 Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar di Bissoloro mengukir sejarah baru dengan membacakan Berita Acara Hasil Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027 di puncak Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, Selasa (7/7/2026).

Di tengah panorama Danau Tiga Warna yang menjadi salah satu ikon pariwisata dunia di Pulau Flores, pembacaan berita acara tersebut berlangsung khidmat. Berbeda dengan para wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam, rombongan Darul Fallaah memanfaatkan momentum itu sebagai simbol komitmen dan tekad untuk melanjutkan pengabdian dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kaderisasi.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda 20 tahun perjalanan Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membina karakter generasi muda, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menyebut pembacaan berita acara di puncak Kelimutu sebagai sebuah tonggak sejarah bagi perjalanan lembaga yang dipimpinnya.

"Ini bukan sekadar pembacaan dokumen hasil rapat kerja. Ini adalah momentum bersejarah yang kami persembahkan sebagai peneguhan komitmen Darul Fallaah untuk terus hadir bagi Indonesia. Dari puncak Kelimutu, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Darul Fallaah akan terus mencerahkan umat, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membentuk karakter generasi penerus yang berakhlak, berilmu, dan berkemajuan," ujar Dahlan.

Ia menjelaskan bahwa berita acara yang dibacakan merupakan hasil Sidang Pleno Komisi yang dilaksanakan selama pelayaran menggunakan KM Lambelu pada 30 Juni 2026, sebagai lanjutan dari Rapat Kerja Pondok Pesantren Darul Fallaah Tahun Ajaran 2026/2027.

Selanjutnya, hasil pembahasan komisi tersebut disahkan secara simbolis melalui pembacaan berita acara di puncak Danau Kelimutu sebagai bentuk komitmen bersama seluruh unsur pimpinan dalam mengimplementasikan program-program strategis pondok.

Hasil rapat kerja tersebut mencakup empat bidang utama, yaitu:

  • Komisi A Bidang Pembelajaran, diketuai Supriadi, S.Pd.I., M.Pd.I. (Wakil Direktur I);

  • Komisi B Bidang Pelayanan, diketuai H. Samsuddin, S.Pd. (Wakil Direktur II);

  • Komisi C Bidang Pembinaan, diketuai Kyai Amiruddin, S.Pd.I. (Kyai Pondok);

  • Komisi D Bidang Program Kerja Prioritas, diketuai Alimuddin, S.E., DMM. (Kepala Kerumahtanggaan dan Kepala Tata Usaha).

Bagi para peserta, perjalanan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik dan budaya, tetapi juga meninggalkan kesan emosional yang mendalam.

Salah seorang peserta rombongan, H. Marola Dg. Nyonri, yang juga menjabat Ketua Komite Pondok sekaligus Kepala Dusun, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan bersejarah tersebut.

"Terima kasih kepada Pondok Pesantren Darul Fallaah, khususnya kepada Bapak Direktur yang telah mengajak kami mengikuti kunjungan ini. Saya tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Danau Kelimutu. Kami juga dipertemukan dengan keluarga santri, alumni, serta keluarga besar Bapak Direktur di Kedang. Sambutan masyarakat yang begitu hangat, bahkan dengan tarian adat di berbagai tempat, menjadi pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan."

Ungkapan serupa disampaikan Hj. Intang, Ibu Fathia, dan Ibu Murni, yang turut mendampingi suami masing-masing dalam rombongan. Mereka menilai perjalanan tersebut bukan hanya memperluas wawasan budaya, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan besar Pondok Pesantren Darul Fallaah.

Usai melaksanakan prosesi pembacaan berita acara di Kelimutu, rombongan melanjutkan agenda Studi Budaya ke Museum Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan Pancasila di Kota Ende. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari refleksi sejarah kebangsaan, mengenang tempat Presiden Soekarno menggali dan merumuskan nilai-nilai yang kemudian menjadi dasar lahirnya Pancasila.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pondok Pesantren Darul Fallaah menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui perjalanan sejarah, dialog budaya, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dari puncak Kelimutu hingga jejak sejarah Bung Karno di Ende, rombongan membawa pulang satu pesan penting: membangun masa depan Indonesia harus dimulai dari penguatan karakter, ilmu pengetahuan, dan semangat persatuan.

Lebih baru Lebih lama