Bissoloro, Gowa – Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan agenda utama penguatan sinergi kelembagaan dan perumusan program prioritas pesantren.
Pembukaan Raker diawali melalui Pengajian Bulanan bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungaya yang digelar di Masjid Al-Aqabah, Ahad (21/6/2026), dengan tema “Berhijrah dengan Ilmu dan Prestasi”.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah secara resmi membuka rangkaian Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam sambutannya, Direktur menegaskan bahwa Raker bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi merupakan ruang strategis untuk memperkuat arah kebijakan, evaluasi program, serta membangun konsolidasi kelembagaan menuju pesantren yang unggul dan mandiri.
“Rapat kerja menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat disiplin kelembagaan, dan memastikan setiap program berjalan terukur serta berdampak,” ujarnya.
Usai pengajian bulanan, agenda dilanjutkan dengan rapat kerja yang dipusatkan di Aula Ambo Asse. Kegiatan diawali dengan sidang pleno dan dilanjutkan dengan presentasi awal dari masing-masing komisi sebagai dasar perumusan program kerja tahun berjalan.
Dalam sesi pembukaan Raker, masing-masing komisi memaparkan rancangan kebijakan dan program prioritas yang menjadi fokus kerja satu tahun ke depan.
Komisi A (Kebijakan) menitikberatkan pada penguatan tata kelola kelembagaan, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan pembinaan. Beberapa poin strategis yang mengemuka antara lain penegakan kedisiplinan guru dan pembina, penguatan kurikulum berbasis ISMUBARISTIK, evaluasi kinerja berjenjang, hingga penguatan budaya ibadah dan pembinaan karakter.
Sementara itu, Komisi B (Program Kerja Prioritas) memfokuskan pada penguatan infrastruktur dan pengembangan sarana pesantren. Program yang dipresentasikan mencakup penyelesaian pembangunan masjid, pengembangan ruang kelas baru, pembangunan asrama, penguatan unit ekonomi pesantren, hingga pengembangan kawasan terpadu termasuk kebun dan fasilitas olahraga.
Adapun Komisi C (Pembinaan) menitikberatkan pada penguatan karakter, ideologi, dan pembinaan santri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan tradisi keilmuan. Program yang diusulkan meliputi penguatan kegiatan ibadah harian, pengembangan organisasi santri, kajian kitab turats, pembinaan alumni, hingga penguatan identitas pesantren berbasis nilai-nilai Muhammadiyah.
Menariknya, tahun ini Rapat Kerja tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren, tetapi juga diintegrasikan dalam rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores yang akan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.
Selama perjalanan, forum Raker akan dilanjutkan dalam bentuk sidang komisi dan pleno di berbagai titik kunjungan, termasuk saat pelayaran menggunakan KM Lambelu. Model ini dirancang untuk memperkuat dinamika musyawarah sekaligus memperluas perspektif kelembagaan melalui interaksi sosial dan budaya.
Puncak rangkaian Rapat Kerja akan ditetapkan di Danau Kelimutu, Nusa Tenggara Timur, salah satu keajaiban alam Indonesia yang menjadi simbol refleksi dan pembaruan gagasan.
Di lokasi tersebut, hasil pembahasan komisi dan pleno akan disahkan sebagai arah kebijakan resmi Pondok Pesantren Darul Fallaah Tahun Ajaran 2026/2027.
Dengan konsep ini, Raker tidak hanya menjadi forum administratif, tetapi juga ruang reflektif yang menggabungkan dimensi intelektual, spiritual, dan pengalaman lapangan.
Melalui Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027 ini, Pondok Pesantren Darul Fallaah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas peran dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Raker ini diharapkan melahirkan program-program strategis yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga visioner dalam membangun pesantren yang unggul, mandiri, dan berkemajuan.
“Dari musyawarah lahir arah, dari perjalanan lahir kesadaran, dan dari Kelimutu lahir pengesahan visi bersama Darul Fallaah.”
