Daurah Bahasa 2026 Resmi di Buka Perkuat Generasi Berdaya Saing Global

 

Bissoloro, 16 Juni 2026 – Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro secara resmi membuka kegiatan Daurah Bahasa Arab 2026 yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 16–24 Juni 2026, bertempat di Aula Ambo Asse.

Kegiatan ini merupakan program pembinaan internal pesantren yang melibatkan seluruh santri dengan menghadirkan para pemateri dari kalangan asatiz dan asatizah Pondok Pesantren Darul Fallaah. Program ini dirancang sebagai ikhtiar strategis untuk memperkuat budaya berbahasa Arab di lingkungan pesantren sekaligus meningkatkan kompetensi santri dalam menghadapi tantangan global.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Ipmawan Fauzi, kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Asrama, K.M. Ust. Salim.

Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab merupakan kebutuhan mendasar bagi santri karena bahasa Arab tidak hanya menjadi bahasa Al-Qur'an, tetapi juga dikenal sebagai salah satu bahasa dengan khazanah kosakata yang sangat kaya dan luas di dunia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab harus terus dipelajari, dibiasakan, dan dipraktikkan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Daurah Bahasa ini diarahkan untuk mencapai empat kompetensi utama berbahasa, yaitu Maharatul Istima'(keterampilan mendengar), Maharatul Kalam (keterampilan berbicara), Maharatul Qiraah (keterampilan membaca), dan Maharatul Kitabah(keterampilan menulis).

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, arahan, sekaligus pembukaan resmi Daurah Bahasa oleh Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag.

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan bahasa tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses pembiasaan dan pengulangan yang konsisten.

"Bahasa itu harus dibiasakan dan diulang-ulang. Tidak ada kemampuan bahasa yang lahir secara tiba-tiba. Semua membutuhkan latihan yang terus-menerus. Saya membawa pengalaman pribadi ketika mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kuncinya adalah keberanian untuk mempraktikkan dan mengulangnya setiap hari," ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh santri untuk memanfaatkan momentum daurah ini sebagai sarana meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan keilmuan, dan membangun tradisi akademik yang kuat di lingkungan pesantren.

Menurutnya, penguasaan bahasa Arab merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk santri yang unggul, karena bahasa adalah pintu masuk untuk memahami Al-Qur'an, hadis, literatur keislaman, serta khazanah peradaban Islam yang sangat luas.

Pelaksanaan Daurah Bahasa 2026 ini juga menjadi bagian dari komitmen Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam mewujudkan pesantren modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas keislaman. Melalui program-program pembiasaan yang sistematis, pesantren terus menyiapkan generasi santri yang religius, komunikatif, berkarakter, dan memiliki daya saing global.

Dengan semangat "belajar, membiasakan, dan mempraktikkan", Daurah Bahasa diharapkan mampu menjadi fondasi lahirnya lingkungan pesantren yang aktif berbahasa, sehingga santri Darul Fallaah tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga siap menjadi generasi yang mampu berinteraksi dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Humas Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro


Lebih baru Lebih lama